loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Satu Korban Banjir Bandang Di Tapsel Akhirnya Ditemukan Dalam Keadaan Meninggal

Tim Redaksi: Senin, 03 Desember 2018 | 19:33 WIB


TAPANULISELATAN - Tragedi Bajir Bandang yang terjadi di Desa Gunung Baringin, Lingkungan Mosa PALANG, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan Kamis 29 November 2018 menelan korban jiwa berjmlah 2 orang, Sindi Aulia 11 tahun dan Hesta bayi yang masih berusia 2 bulan.

Selama pencarian 3 hari akhirnya jasad Sindi ditemukan salah satu warga yang sedang memancaing pada Minggu (2/12/2018). Sindi (11) salah satu dari dua korban yang terseret banjir bandang di Desa Mosa, Kecamatan Angkola Selatan, Tapanuli Selatan ditemukan di Kelurahan Pardomuan tepatnya di sungai Batang Salai atau sekitar 20 Km dari lokasi kejadian.

Informas yang dihimpun dari Camat Angkola Selatan, Zamhir mengatakan, bahwa kabar itu didapat setelah dia menerima laporan dari sejumlah masyarakatnya.

"Sekarang jenazah sudah dibawa ke RSUD Padangsidimpuan guna divisum," ujarnya ketika ditemui.

Menurut Zamhir, jarak penemuan sosok mayat yang diduga Cindi korban terseret banjir bandang dari TKP lebih kurang 15 - 20 Km. Dijelaskannya, korban ditemukan sedang mengapung di sungai oleh Ali Minton Harahap dan Maraton Gultom saat sedang memancing.

"Ketika ditemukan mereka, kaki korban terlebih dahulu nampak," tuturnya.

Sebelumnya, banjir bandang yang terjadi pada, Kamis (29/11/2018) malam itu telah menyeret dua orang warga Dusun Mosa/Palang Desa Gunung Baringin, Angkola Selatan Cindi (11) dan Hesta bayi dua bulan. Sementara ayah ibu Cindi yang juga kakek nenek Hesta, Wasito (53) dan Erniwati (50) dan ibu Hesta Puteri (20) selamat dalam peristiwa bencana tersebut. Terpisah kepala pelaksana BPBD Tapsel melalui sekretaris Umar Halomoan mengatakan satu korban lagi atas nama Hesta yang masih 2 bulan masih terus dilakukan pencarian. Jelasnya, Senin (3/12/2018).

"Satu korban lagi sampai saat ini belum ditemukan rencana pencarian ini masih akan terus dilakukan" ucapnya.

Tim dari Badan SAR Nasional (Basarnas), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Masyarakat dan Kepolisian serta TNI sejak kejadian sampai hari ini masih terus bekerja keras menyisir aliran sungai upaya mendapatkan kedua korban yang hanyut terbawa air deras sungai itu. (Syahrul). 

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html