Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Sapi Mati Diterkam Harimau, Warga Sekampung Was-was

Tim Redaksi: Jumat, 24 Agustus 2018 | 11:50 WIB

LANGKAT-Seekor harimau memangsa sapi milik Jumiran (54) warga di Dusun VIII Desa Timbang Lawan, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat. Kejadian diperkirakan Kamis (23/8/2018) pagi kemarin. Hal ini membuat warga disana cemas dan terlihat mulai berjaga- jaga mengantisifasi hal serupa.

Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), YHWA ,WCS, anggota Polsek Bahorok, pihak Kecamatan Bahorok dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Bahorok Pontius Gad Munthe, meninjau lokasi kejadian.

Dari lokasi, mereka menemukan seeokor sapi telah mati dengan kondisi yang mengenaskan. Ada gigitan dan cakaran dibagian tengkuk/ leher bagian atas kemudian bagian ekor sapi koyak dan daging hilang sekitar 10 kg.

Menurut Jumiran, sapi miliknya tersebut sengaja diasingkan dari kawanannya karena memasuki masa subur. Malam harinya masih diawasinya hingga sekira pukul 05.00 WIB Jumiran juga melihat sapi itu masih hidup. “Saya memang ada mendengar suara Harimau, ternyata hewan saya yah dimangsanya,” ujar Jumiran.

Dirinya berharap, agar kejadan serupa tidak terjadi lagi. Karena hal ini sangat mencemaskan warga masyarakat. “Takutnya bukan hewan saja diterkam, makanya kami cemas dan berharap pemerintah segera bertindak,” harap dia.

Terpisah, kejadian ini membuat pihak BBKSDA dan tim memasang kamera Trap untuk memantau pergerakan satwa liar tersebut, serta mendirikan pos pengawasan sekitar 1 km dari TKP untuk waktu satu  minggu kedepan.

Kepala BBKSDA Sumatera Utara Hotmauli Sianturi,  melalui Kasi KSDA Wilayah II Stabat, Herbert BP Aritonang meminta kepada masyarakat agar tetap mempercayakan penanganan konflik satwa liar ini kepada instansi berwenang.

"Tim gabungan sudah  berada di lokasi yang terdiri dari BBKSDA, BBTNGL, WCS dan beberapa mitra pemerhati dan ahli satwa liar jenis harimau, “ katanya

Lebih lanjut dijelaskan Herbert, tim akan melakukan upaya maksimal agar satwa liar tidak memasuki areal pemukiman dengan berbagai peralatan dan teknik yang dimiliki.

“Masyarakat jangan melakukan tindakan sendiri yang justru bisa membahayakan diri sendiri,” pesan Herbert

Kemudian diimbau kepada masyarakat sekitar lokasi kejadian, khususnya Desa Timbang Lawan dan Dusun Selayang, Desa Lau Damak untuk waspada, untuk tidak ke hutan. Jika terpaksa harus ke hutan mohon untuk membawa teman. Begitu juga dengan anak-anak untuk bermain di sekitar pemukiman saja. (lkt-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait