loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Tahun Lalu, Arus Mudik di Pelabuhan Belawan Naik 3,4 Persen

Tim Redaksi: Rabu, 06 Juni 2018 | 17:19 WIB



BELAWAN - Berdasarkan data arus mudik tahun 2017 mengalami peningkatan 3,4 persen dengan jumlah 34.216 penumpang yang menggunakan jasa angkutan laut melalui Pelabuhan Belawan.

 Jumlah penumpang tahun lalu mengalami peningkatan dibanding tahun 2016 dengan jumlah penumpang 33.036 orang.

 Peningkatan penumpang merupakan daya minat masyarakat mulai meningkat untuk menikmati jasa angkutan laut melalui Terminal Bandar Deli, Pelabuhan Belawan.

 ACS Humas PT Pelindo I, Fiona Sari Utami, Rabu (6/6), mengatakan, untuk meningkatkan pelayanan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1439 H, PT Pelindo 1 telah melakukan berbagai macam persiapan guna memperlancar angkutan lebaran tahun 2018.

 Pelindo I memiliki delapan pelabuhan dan tiga cabang pelabuhan diantaranya,   Pelabuhan Belawan, Sibolga, Gunung Sitoli, Tanjung Balai Asahan, Dumai, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Pinang, Tembilahan, Selat Panjang, Bengkalis, dan Sei Kolak Kijang memastikan siap melayani angkutan lebaran.

 "Kita telah mempersiapkan fasilitas terminal dengan mangakomodasikan keberangkatan dan kedatangan arus mudik lebaran," kata Fiona.

 Terminal Penumpang Bandar Deli Pelabuhan Belawan yang merupakan terminal penumpang terbesar di Pulau Sumatera,  akan mampu menampung 2.500 orang sudah dilengkapi dengan dua unit garbarata yang semakin memudahkan penumpang untuk naik turun dari kapal menuju dermaga dan sebaliknya.

 "Terminal ini memiliki arsitek bangunan yang modern dilengkapi dengan berbagai fasilitas berupa guesthouse, ruang tunggu ekonomi dan VIP, ruang ibu menyusui, balai kesehatan, ruang merokok, kantin, ruang kedatangan dan anjungan, mushola, serta toko cindera mata untuk mempermudah masyarakat yang ingin membelanjakan oleh-oleh," jelas Fiona.

 Selain itu, lanjut Fiona, Terminal Bandar Deli Pelabuhan Belawan dilengkapi dengan alat dan fasilitas pelengkap seperti tanda bahaya (alarm), alat pemadam kebakaran, alat penyelamat kecelakaan di air (pelampung) serta fasilitas automatic gate untuk menunjang faktor keamanan, keselamatan, dan kenyamanan penumpang selama berada di terminal penumpang.

 Dalam memberikan pelayanan, PT Pelindo I juga telah melakukan pembenahan terminal penumpang di Terminal Sri Bintan Pura Pelabuhan Tanjung Pinang yang merupakan terminal penumpang kedua tersibuk di Indonesia yang kini telah dilengkapi dengan layanan e-berthing atau layanan tambatan kapal secara online yang memudahkan dalam permintaan pelayanan tambatan kapal, Pelabuhan Dumai, Terminal Penumpang Tanjung Balai Karimun, Tanjung Balai Asahan, dan Pelabuhan Sibolga. Hal ini merupakan salah satu wujud komitmen serius Pelindo 1 untuk melayani masyarakat yang menggunakan jasa angkutan laut.

Untuk mengantisipasi lonjakan arus penumpang dan barang di pelabuhan, Pelindo I telah mempersiapkan fasilitas pelabuhan diantaranya, kesiapan dermaga, Sistem dan Prosedur Pelayanan Kapal Sembako, gudang dan lapangan penumpukan, peralatan bongkar muat, tenaga operasional di lapangan dan kesiapan informasi dan teknologi (IT).

 Fasilitas umum tambahan juga akan disiapkan seperti tenda, toilet, metal detector, tenaga medis, fasilitas parkir tambahan, dan media informasi kepada penumpang, pengantar/penjemput seperti sound system, spanduk, banner, dan leaflet informasi.

 Selain itu, Posko Monitoring dan Tim Pemantauan Kesiapan Pelayanan juga akan dibentuk di setiap cabang pelabuhan yang akan dimonitor oleh berbagai pihak, meliputi Kesyahbandaran, Otoritas Pelabuhan, Pelindo 1, Polri, TNI AL, Bea Cukai, Karantina, Imigrasi dan Kesehatan Pelabuhan yang bertugas untuk memantau kegiatan embarkasi dan debarkasi, bongkar muat, berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait kegiatan, kegiatan pusat pengendalian trafik dan pusat iformasi serta pelaporan. Tim ini akan bertugas mulai tanggal 5-26 Juni 2018.

 Untuk kelancaran arus barang dan penumpang, PT Pelindo I juga akan memastikan faktor keamanan dan keselamatannya juga melalui koordinasi dengan pihak regulator (OP/KSOP, Syahbandar, dan pihak kemanan di pelabuhan) mengenai batas izin toleransi kelebihan kapasitas penumpang kapal sekaligus pengaturan kendaraan dan antisipasi tindakan kriminal dalam rangka mewujudkan zero accident, berkoordinasi dengan perusahaan pelayaran agar kapal penumpang tidak sandar pada malam hari.

 "Kita prioritas sandar bagi kapal penumpang, hewan ternak, kebutuhan pokok dan BBM untuk mengendalikan inflasi yang relatif meningkat di bulan Ramadhan hingga menjelang Indul Fitri, serta mengkoordinasikan adanya penambahan moda angkuran lanjutan pada Pelabuhan Belawan dan Tanjung Pinang (Sei Kolak Kijang),” tutup Fiona. (mu-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html