Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Ini Kata Anggota DPRD Sumut Terkait Pengeroyokan Kontributor Metro TV di Dairi

Tim Redaksi: Minggu, 03 Juni 2018 | 19:34 WIB


Kasus Pengeroyokan terhadap Kontributor Metro Tv Rudi Anto Sinaga pada Rabu, (30/5/18) lalu mendapat perhatian dari Anggota DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan.

Melalui pesan Whatsappnya, Anggota DPRD fraksi PDIP ini menyesalkan terjadinya peristiwa ini.

Menurutnya, tindakan tersebut harus diproses oleh Polisi Militer secara terbuka, dan adil. Jika tindakan itu berkaitan dengan tugas pers, maka UU Pers juga harus masuk dalam materi pemeriksaan para pelaku.

"Kita sangat menyesalkan terjadinya penganiayaan sekelompok oknum aparat TNI terhadap wartawan Metro Tv di Dairi. Tindakan tersebut harus diproses oleh Polisi Militer secara terbuka, dan adil. Jika tindakan itu berkaitan dengan tugas pers, maka UU Pers juga harus masuk dalam materi pemeriksaan para pelaku," tulis Sutrisno Pangaribuan di pesan Whatsappnya, Minggu (2/6/2018).

Menurutnya, oknum militer yang mengerti sumpah prajurit, tidak seharusnya melakukan pengeroyokan terhadap jurnalis. Maka POM AD harus bekerja secara profesional terhadap para pelaku. 

Pengeroyokan sebuah tindakan yang tidak sesuai dengan sifat kesatria. Itu memalukan, dan para pelakunya harus dihukum berat. Sebab tindakan oknum yang tidak beradab ini dapat mencoreng wajah TNI, dan ikut membuat mencoreng wajah Presiden selaku panglima tertinggi TNI.

“Hukum harus memberi efek jera kepada para pelaku. Pemecatan dari TNI juga dapat dilakukan jika dalam aksi pengeroyokan ada motif yang berkaitan dengan tugas pers," pesan Sekretaris Komisi D DPRD Sumut ini.

Sementara itu, Kontributor Metro Tv Rudi Anto Sinaga di Kantor Metro Tv Biro Medan kondisinya terlihat mulai pulih pasca peristiwa itu.

Diceritakannya, belasan gerombolan diduga oknum TNI itu semakin beringas menganiaya dirinya karena ia berteriak kalau dirinya wartawan.

Saat itu Rudi menggunakan kaos yang di bahagian belakang punggung tertulis Metro Tv, ID card juga menggantung di leher hanya saja memang dimasukkan kedalam kaos.

“Udah saya teriakin Saya wartawan, tapi makin beringas mereka. Gak sempat lagi ngeluarin kamera dari dalam tas.” ujar Rudi Anto Sinaga, Sabtu (1/6/2018) malam di halaman Kantor Metro Tv Biro Medan. (Hendra)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait