Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Ribuan Sumur Minyak di Langkat: Demi Pundi-pundi Rupiah, Ratusan Masyarakat Pertaruhkan Nyawa

Tim Redaksi: Selasa, 01 Mei 2018 | 18:06 WIB


Tidak hanya di Aceh, penambangan minyak ilegal juga terdapat di Kabupaten Langkat. Sumur-sumur minyak ini tersebar di beberapa desa yang ada di beberapa Kecamatan, Bumi Bertuah ini.

Bahkan, setiap rumah tangga disana meraup rezeki dari sumur minyak ini. Meski nyawa taruhan karena pengerjaan terbilang manual dan direbus dengan tong-tong, namun masyarakat disana seolah tidak memperdulikan akan resiko.

Seperti beberapa tahun lalu tepatnya tahun 2011 hingga 2012, sumur-sumur ini terbakar hebat. Beberapa korbanpun berjatuhan. Demi menuai rezeki, masyarakat disana mengabaikan resiko yang ada.

Seperti yang diutarakan Yetno (54) warga Kecamatan Tanjung Pura, Selasa (1/5/2018).
"Hampir setiap warga disini mengerjakan minyak mentah ini bang," jelasnya. 

Sepanjang sepengetahuannya, kata Yetno, untuk Kecamatan Tanjung Pura, ada beberapa masyarakat desa mendulang hasil bumi ini. Diantaranya warga Desa Serapu Api, Pematang Tengah, Teluk Bakung, Pematang Serei, Pantai Cermin, Lalang dan Pekubuan serta Paya Kerupu.

"Kalau di kecamatan sini, itulah sebagian desa-desa yang masyarakatnya memiliki pekerjaan menyuling minyak," jelas pria ini yang awalnya enggan berkomentar banyak.
Bahkan, diakuinya, dalam satu rumah (orang) ada sedikitnya memiliki lima sampai sepuluh lubang yang mereka bor sendiri untuk mengambil isi perut bumi ini. Dengan kedalaman yang dinilai relatif, mulai dari 6 hingga 10 batang pipa galvanis untuk mencapai minyak.

"Saya gak tahu berapa pastinya jumlah sumur minyak disini bang. Soalnya, asal mau saja kita ngebornya, setiap lokasi pasti terdapat sumber minyak. Makanya, warga disini berlomba-lomba melakukan pengolahan dengan membuat dapur seadanya. Paling sedikit, ada lima sumur setiap orang mengebor disini," ucap Yetno.


Hal sama juga dilakukan oleh warga di Kecamatan Padang Tualang seperti Desa Serapu ABC, Bukit Tua, Desa Padang Tualang, Desa Buluh Tualang yang merupakan kawasan ladang minyak. Disini setiap warga juga mengambil kekayaan bumi ini dengan cara manual.

"Inikan hasil bumi bang, apa salah kami melakukan penambangan ini," tanya warga disana yang enggan mengutarakan namanya.

Sebab, timpal dia, jika beruntung maka masyarakat penambang akan cepat mendapatkan pundi-pundi uang. Karena hasil yang dikerjakan jika beruntung cukup memuaskan.

"Abang bayangkan saja, jika dalam sehari kita bisa menghasilkan ratusan ribu jika beruntung," kata pria berkacamata ini. 

Karena hal inilah, warga di beberapa desa melakukan pengeboran guna mendulang minyak. Dimana, warga disana menyedot minyak dari dalam sumur yang sudah dibor dengan kedalaman yang dinilai cukup. Lalu, masyarakat menampungnya didalam sebuah tong.

"Setelah disimpan didalam tong inilah, baru nanti kita lakukan pemasakan bang. Dengan menggunakan kayu, kita memasak minyak-minyak mentah ini. Lalu, kita alirkan ke wadah yang sudah kita sediakan," jelas pria berkepala plontos ini. 

Dimana, tambahnya, dari tong yang digunakan untuk merebus minyak mentah. Diletak pipa untuk aliran minyak jadi ke tong-tong penampungan. Didalam tong yang untuk dimasak, ada sedikitnya 3 pipa yang tujuannya, untuk menghasilkan bensin, solar dan minyak tanah.

"Caranya simpel, namun resikonya memang cukup tinggi. Tapi, demi sejengkal perut ini apapun kami lakukan bang. Ya, jika beruntung kita akan mendapatkan pundi-pundi uang yang cukup banyak," tegasnya.

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, diantara kecamatan dan desa yang mayoritas masyarakatnya melakukan pengeboran minyak yakni di Kecamatan Sungai Lepan, Kecamatan Padang Tualang, Desa Serapu ABC, Bukit Tua, Desa Padang Tualang, Desa Buluh Telang sumur minyak dan Kecamatan Besitang, serta Kecamatan Tanjung Pura, Desa Serapu Api, Pematang Tengah, Teluk Bakung, Pematang Serei, Pantai Cermin, Lalang, Pekubuan, Paya Kerupu, juga Kecamatan Gebang, Desa Paya Bengkuang, dan Kecamatan Hinai. (lkt-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait