Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Terkait Reklamasi, Daratan Belawan Bakal Tenggelam

Tim Redaksi: Selasa, 24 April 2018 | 22:52 WIB


Perkembangan pembangunan dengan melakukan penimbunan Pantai Belawan dianggap akan menimbulkan masalah baru.

Pasalnya, areal pesisir pantai menjadi sasaran penimbunan untuk sektor perluasan pengembangan perekonomian akan mengancam bencana.

Pasalnya, proses pengembangan yang kini sedang berjalan untuk penimbunan depo kontainer dari pihak swasta, pelebaran dermaga yang dilakukan PT Pelindo I dan Otoritas Pelabuhan akan memberikan dampak besar bagi kelangsungan kondisi daratan Belawan kedepannya.

Dinamika pembangunan yang terus berkembang pesat terhadap reklamasi akan berdampak tenggelannya daratan Pelabuhan ke arah pemukiman sekitar pantai.

Hal itu dikatakan oleh Pengamat Lingkungan, Jaya Arjuna. Dijelaskannya, dampak dari reklamasi akan menimbulkan perubahan pada garis pantai, aliran air laut, volume air laut dan ekosistem.

Yang menjadi permasalahan besar, kata Dosen USU ini, ada sisi negatif dan positif dari reklamasi, kalau ini tidak bisa dijelaskan secara teknologi, maka pergeseran air akan menjadi besar.

"Ini harus dipikirkan dari sekarang, tenaga teknis yang menjadi bagian mengkaji masalah dampak dari reklamasi harus bisa dijawab dan dipikirkan, kalau dari sekarang tidak dipikirkan, maka kedepannya Belawan akan tenggelam," kata Jaya Arjuna.

Begitu juga dengan pemerintah yang mempunyai peran mengenai masalah perizinan, harus tegas terhadap perizinan reklamasi yang dikeluarkan, karena masalah yang akan ditimbulkan menyangkut orang banyak.

"Lihatlah, luapan Sungai Deli akibat aliran air yang terbendung, volume air pasang meningkat dan pergeseran air yang meningkat, ini harus dipikirkan secara teknologi, jangan sempat masalah ini menjadi bencana bagi masyarakat," ungkap Jaya Arjuna.

Selain itu, perlu ditegaskan dengan memikirkan serapan air, pemberdayaan manggrove dan pengerukan sungai atau pantai yang dangkal.

"Ini bukan masalah baru, jadi ini sudah menjadi masalah yang memang harus dipikirkan dari sekarang," tegas Jaya Arjuna.

Sementara itu, Rahman warga Belawan mengaku sangat menyesalkan sikap pemerintah yang tidak tegas dalam mengawasi pembangunan dengan melakukan penimbunan di Belawan. 

Karena, banyak bangunan yang merusak tatanan laut mempengaruhi kepada sektor wilayah pemukiman penduduk. Misalnya, meningkatnya air pasang, rusaknya ekositim laut dan mata pencaharian nelayan.

"Sekarang, air pasang sudah cukup tinggi dibanding dengan 5 tahun lalu. Dampak ini karena adanya reklamasi dan pembangunan di sepanjang Pantai Belawan," sebut Rahman.‎ (mu-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait