Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Sihar Sitorus Khidmat Ikuti KKR Paskah GKII

Tim Redaksi: Kamis, 05 April 2018 | 15:51 WIB


Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara (Sumut) Sihar Sitorus menghadiri Kebangkitan Kebangunan Rohani (KKR) Paskah Gereja Kemenangan Iman Indonesia (GKII) yang diikuti puluhan ribu umat jemaat di Gedung Serba Guna Pemprov Sumut, Jalan Pancing, Rabu (4/4/2018) malam.

KKR Paskah dipimpin langsung Gembala Sidang GKII yang juga Ketua Umum GKII Pendeta Dr Gideon Munthe SE, M.Min.

Sihar yang berbaur bersama para jemaat tampak khidmat mengikuti KKR Paskah GKII ini. KKR Paskah ini merupakan puncak rangkaian perayaan Paskah GKII yang dilaksanakan di Medan dan lainnya.

Perayaan KKR Paskah tersebut para jemaat disuguhkan teatrikal perjalanan kisah Tuhan Yesus saat disalib.

Dalam khotbahnya, Pendeta Dr Gideon Munthe SE, M.Min mengatakan, perayaan KKR Paskah yang mengangkat tema 'It ia Finished' dengan makna Sudah Selesai itu diambil dari kitab Yohanes 19:30 yang menyatakan bahwa pekerjaan Tuhan Yesus untuk menebus dosa-dosa manusia telah selesai.

Dan Tuhan ingin manusia menerima karya penebusan tersebut supaya dosa tidak berkuasa lagi atas manusia.

"Salah satu perkataan Tuhan Yesus di kayu salib yaitu, sudah selesai. Yang berarti, Tuhan Yesus membuat suatu akhir dari hidup yang lama kepada permulaan hidup yang baru. Akhir dari hidup lama yang menderita kepada hidup baru yang bahagia. Ketika hidup yang lama diberikan akhir, maka hidup yang baru bisa dimulai di dalam Tuhan," ujar Pendeta Gideon dalam khotbahnya.

Pendeta Gideon juga mengajak jemaat untuk menjaga keamanan pada pelaksanaan Pilkada Serentak 2018. Dimana, Sumatera Utara berlangsung Pemilihan Gubernur dan juga Bupati/Walikota periode 2018-2023.

Katanya, persatuan dan kesatuan menjadi hal utama untuk dijaga sebagai satu kesatuan yang utuh.

Sementara itu, Cawagub Sihar Sitorus mengatakan bahwa Paskah adalah salah satu sentral iman umat Nasrani di seluruh dunia.

Lewat perayaan paskah, umat manusia dapat melihat perjuangan Yesus Kristus yang datang dan mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosa umatnya.

Ada dua unsur yang kita pahami dalam perjalanan Kristus. Yang pertama secara dogmatis bahwa kebangkitan Kristus benar benar menunjukkan kuasanya yang telah menaklukkan maut dan kematian.

Kemudian dari sudut pandang sejarah gerakan Kristus gerakan pengorbanan seorang pemimpin. Karena dalam catatan perjalanan Yesus berulang ulang Dia selalu berkorban, sebab Yesus adalah wujud kasih agape yang artinya kasih yang mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan dunia.

"Pengorbanan itu secara universal tanpa melihat perbedaan yang menjadi sekat sekat kehidupan. Yang pada akhirnya menunjukkan bahwa siapa yang menjadi pemimpin harus menjadi pelayan bagi sesamanya," kata Sihar. (ril)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait