Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Miris.!! Kondisi SDN 101816 Pancur Batu Memprihatinkan, Ruang Kelas Tak Berjendela, Asbes Bocor

Tim Redaksi: Minggu, 22 April 2018 | 18:16 WIB


SDN 101816 Desa Tengah Kecamatan Pancur Batu merupakan salah satu SD unggulan di wilayah Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deliserdang.

Kalau mendengar nama SD unggulan, sekolah yang dulunya bernama SDN 01 itu seharusnya menjadi contoh bagi sekolah lain.

Namun tak ada yang mengira, jika SDN yang dinahkodai Helen boru Nainggolan sebagai Kepala Sekolah itu justru memprihatinkan.

Mulai ruangan yang tak memiliki jendela, asbes bocor, guru berjualan dalam kelas hingga kehadiran guru disekolah itu sering terlambat masuk hingga pedagang jamu yang berjualan pada saat jam belajar. 

Informasi diperoleh pada Minggu (22/4/2018), kondisi inipun sudah berlangsung bertahun-tahun. Namun Helen boru Nainggolan yang hampir lima tahun menjabat Kepala Sekolah seakan tak peduli akan kondisi dan situasi disekolah itu.

Mirisnya, meskipun disekolah itu Kepala UPT berkantor namun tak dapat berbuat banyak.

Kepala UPT Sadarta Sembiring dan Kepala Sekolah Helen Nainggolan seakan berloba cuek akan kondisi dan situasi yang memprihatinkan itu. Semua mengedepankan kepentingan dan jabatannya.

Kondisi memprihatinkan pun terlihat di kelas II B dan II C, para murid harus belajar dalam ruangan yang tak memiliki jendela. Selain itu, ruangan guru, Kelas II A, ruang agama Katolik asbesnya bocor. Sehingga jika hujan turun, lantai ruangan jadi basah.

Tidak jauh berbeda, ruangan kelas I C, I D, IIA, II B dan II C lantai ruangan lima ruangan sudah pecah-pecah. Selain itu lemari yang ada diruangan guru tidak layak dipakai. Karena kondisi sudah mulai lapuk dan bahkan ada pintu lemari yang sudah lepas.

Ruangan kelas I A, I B, I C, I D dan II C juga tidak memiliki lemari kelas sehingga peralatan dan perlengkapan kelas saeperti globe, buku, spidol, dan lainnya berserakan di sudut ruangan.

Kalaupun kelas lain memiliki lemari tapi kondisinya sudah darurat selaku berpredikat sekolah unggulan. Kondisi yang sama juga terlihat pada kamar mandi, dua bak air yang ada dalam kamar mandi bocor sehingga kran air terpaksa terus berjalan agar air tetap ada pada bak air.

Belum lagi gedung perpustakaan yang seharusnya menjadi tempat murid untuk membaca malah dijadikan menjadi gudang penyimpanan cangkul, sekop, parang dan lainnya.

Tidak hanya itu , pedagang jamu keliling dengan mengendarai sepeda motor bebas masuk ke lokasi sekolah saat jam belajar. Selanjutnya pedagang jamu itu masuk ke ruang kelas dan memanggil murid keluar untuk membeli jamunya. Meski pada saat jam belajar, namun pedagang jamu ini tidak pernah ditegur oleh Kepala Sekolah maupun Kepala UPT Sadarta Sembiring 

Ironisnya, dalam setahun sekolah itu mendapat dana bantuan operasional (BOS) ratusan juta dengan rincian setiap murid mendapat BOS sebesar Rp 700 ribu pertahun.

Sedangkan jumlah murid disekolah itu diperkirakan berjumlah 600 orang. Dapat dibayangkan berapa besar Dana BOS yang diterima sekolah tapi tidak tahu entah kemana digunakan oleh Kepala Sekolah.


Kepala Sekolah SDN 101816 Helen Nainggolan ketika dikonfirmasi wartawan menyangkal jika pedagang jamu tiap hari berjualan kesekolah pada jam belajar.

Terkait kondisi sekolah uyang memprihatinkan, Helen Nainggolan menyebutkan jika kondisi ruangan murid tidak ada seperti itu.

"Berhubung karena TK pakai ruangan kita sementara maka terpaksa kita pakai ruangan peninggalan SMA yang kurang pas,” ujarnya.

Terpisah, Kasubbag Umum Dinas Pendidikan Kabupaten Deliserdang, Hanafi menerangkan jika setiap murid SD mendapat dana BOS sebesar Rp 700 ribu per tahun.

"Sesuai petunjuk teknis (juknis), dana BOS diperuntukkan untuk bayar guru honor, pembelian belanja modal, belanja pegawai, rehab kecil seperti penggantian atap 10 unit, jendela, pintu kamar mandi, pintu ruangan," kata Hanafi.

"Dana BOS dimasukkan ke rekening sekolah dan diambil oleh Kepala Sekolah dan Bendahara setelah sikirim dari Propinsi. Laporan pertanggungjawaban (LPJ) disampaikan ke dinas dan kalau tidak lengkap LPJ nya maka dana BOS kemungkinan tidak dicairkan," lanjutnya. (Manahan)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait