Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Warga Sibolga Berharap Djoss Pimpin Sumut, Begini Tanggapan Djarot-Sihar...

Tim Redaksi: Jumat, 30 Maret 2018 | 12:11 WIB


Warga Kota Sibolga harapkan program pasangan calon (Paslon) Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus diwujudkan di kota yang dikenal penghasil ikan asin itu bila terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara 2018-2023 mendatang.

Hal tersebut dilontarkan warga Jalan Mawar Kecamatan Sibolga Utara saat bertemu Djarot-Sihar di rumah relawan, Kamis (29/3/2018).

Mewakili warga, Purba mengatakan, masyarakat berharap Djarot-Sihar yang terpilih dalam Pilkada Serentak 2018 di Provinsi Sumut ini. Karena, di Sibolga banyak persoalan yang menjadi tanggungjawab pemerintah provinsi yang diharapkan dapat terealisasikan nantinya. 

Persoalan itu yakni pendidikan, perekonomian dan infrastruktur dinilai warga sangat krusial. Hal itu wajib diwujudkan bagi suatu daerah, termasuk Kota Sibolga sendiri.

"Kami harus tahu apa yang menjadi visi - misi atau program Djoss, yang disiapkan untuk Sumut kedepannya. Kami harapkan perhatian terhadap jalan provinsi dan infrastruktur lainnya di Kota Sibolga. Begitu juga pendidikan disini," ungkap Purba, Kamis (29/3/2018).

"Perekonomian juga, di Kota Sibolga kami harapkan keseriusan Pemprov Sumut untuk memajukannya. Warga Sibolga kebanyakan bekerja sebagai nelayan dan tukang becak. Perekonomian masyarakat juga rendah. Kami merasa sebagai anak tiri dalam pembangunan Sumut. Inilah yang kami harapkan adanya peningkatan taraf kehidupan masyarakat. Terutama kami warga Sibolga ini terhadap Bapak bila terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut nanti," tambah perwakilan warga lainnya.

Menyingkapi hal itu, Calon Gubernur Sumut Djarot Saiful Hidayat mengatakan, sudah sepatutnya pemimpin untuk dekat dengan masyarakat. Sudah menjadi kewajiban pula, Gubernur dan Wakil Gubernur untuk bertemu langsung, mendengar dan merasakan apa yang dirasakan masyarakat.

"Pemimpin itu tidak hanya duduk dikantor, tapi juga harus menemui masyarakat. Itulah yang akan kami lakukan. Dari keluhan dan harapan masyarakat Sibolga yang kami kumpulkan, sesuai dengan apa yang menjadi visi misi Djoss," jelas Djarot didampingi Sihar Sitorus.

Djarot menambahkan, jika persoalan yang dihadapi masyarakat sudah masuk dalam visi dan misi Paslon nomor urut dua yang diusung PDI Perjuangan dan PPP itu.

Dengan tagline 'Semua Urusan Mudah dan Transparan', Djoss akan menjadikan tanggungjawab dan keluhan masyarakat itu tak lagi dirasakan.

"Sibolga kota yang penting. Ini memiliki sejarah panjang, sebagai pintu masuk ke Sumut awalnya itu di sini," tuturnya. 

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun mengajak masyarakat tak lagi merasakan kaum termarjinalkan. Sebab, perubahan dan pembangunan kedepannya, adalah milik masyarakat Sumut.

"Kami adalah milik warga Sumut tanpa terkecuali. Hingga tidak ada yang merasa anak tiri atau terpinggirkan. Kedatangan kami, kita harus all-out, menang total. Kita tidak bisa bekerja setengah-setengah, harus total. Kedatangan kami berdua untuk mengetuk hati, menentukan pilihan yang terbaik untuk perubahan Sumut ke depan," pungkasnya.

Sedangkan Sihar Sitorus menambahkan, Sibolga dan Tapanuli Tengah tak hanya sebagai kota yang memiliki sejarah panjang bagi Sumut saja. Kekayaan alam yang melimpah sepatutnya dapat dikelola dengan baik untuk pendongkrak taraf hidup masyarakat. Sayangnya, katrol penggerak dalam hal ini pemerintah, enggan mendorong hal tersebut.

"Banyak pembelajaran yang saya rasakan, sama dengan apa yang dirasakan masyarakat pesisir. Dengan hasil ikan yang berkualitas baik, keinginan masyarakat kuat untuk mengekspor ikan hasil dari Sibolga ini dapat diekspor ke luar negeri. Namun, bagaimana caranya mengekspor, pembinaan para nelayan agar memasarkan hasilnya, seharusnya peran pemerintah melakukan itu. Sumut butuh bantuan, butuh sesuatu yang lebih baik kedepannya," jelas Sihar.

Di penghujung pertemuan, keduanya pun mengajak masyarakat, pendukung dan relawan untuk usung Pilkada Damai. Tidak melakukan fitnah, adu domba dan menyebarkan ujaran kebencian maupun hoax.

"Perbedaan kita adalah kekayaan keberagaman yang kita miliki. Kita adalah saudara sebangsa dan setanah air," ujar Djarot dan Sihar.

Usai pertemuan tersebut, keduanya pun berpisah untuk menyapa warga Sibolga. Sihar menyusuri warga di Jalan Gereja, Jalan Dolok, Jalan Cendrawasih, Jalan KH Ahmad Dahlan dan sekitarnya. (ril)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait