loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Penjaga Malam Diculik & Dipukuli Kelompok OKP

Tim Redaksi: Senin, 19 Maret 2018 | 18:23 WIB




BELAWAN - Seorang penjaga malam, Tomino (43) warga Pasar VI, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhandeli, Kabupaten Deliserdang diculik dan dipukuli sekelompok organisasi kepemudaan (OKP).

 Kasus penganiayaan dan penyekapan yang dialami penjaga malam yang juga anggota OKP IPK Desa Manunggal telah dilaporkan ke Polres Pelabuhan Belawan, Senin (19/3).

 Keterangan yang diterima dari korban, peristiwa dialaminya terjadi pada Sabtu (17/3) malam. Saat itu, korban sedang menjaga di areal pembangunan tol di Pasar VI, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhandeli.

 Lantas, korban yang bertanggung jawab untuk menjaga keamanan di areal itu, dipancing untuk memindahkan besi di areal itu, tanpa disadari, ternyata korban dijebak langsung ditangkap sekelompok OKP lain.

 Korban yang juga anggota IPK Ranting Desa Manunggal ini dibawa ke salah satu gudang di kawasan Pasar IV Desa Helvetia, Kecamatan Labuhandeli. Korban dipukuli diminta untuk mengakui pencurian besi ditempat jaganya.

 Di bawah komando ZK, korban disekap sehari semalam. "Malam itu aku disekap dan dipukuli, aku tidak ada mencuri, tapi aku terus disuruh ngaku, tapi aku tidak mengaku," kata Tomino.

 Akhirnya, Tomino pun dibebaskan dari sekapan itu, selanjutnya penjaga malam ini melaporkan kejadian dialaminya ke Polres Pelabuhan Belawan.

 Sementara itu, Ketua Ranting IPK Desa Helvetia, Yoga membenarkan korban yang disekap dan dipukuli adalah kadernya, dirinya kecewa dengan sikap OKP lain yang telah memukuli anggotanya.

 "Kalau anggota saya salah, silahkan bawa ke kantor polisi, jangan dipukuli. Ini kan negara hukum, jangan main hakim sendiri. Hari ini, anggota saya sudah membuat laporan atas pemukulan itu," sebut Yoga.

 Terpisah, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Yayang membenarkan ada laporan pemukulan itu, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut.‎ "Laporannya masih di SPK, nanti kalau sudah ke tangan kita, akan segera kita tindaklanjuti," katanya. (mu-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html