Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Hanya Diberi Rp1,5 Juta, Ratusan Rumah di Langkat Dirubuhkan

Tim Redaksi: Jumat, 23 Maret 2018 | 16:28 WIB


Lokasi yang dibersihkan dari bangunan


LANGKAT-Sedikitnya 213 rumah warga di Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara rata dengan tanah. Hal ini merupakan dampak dari pembangunan rel kereta api trans yang menghubungkan Sumatera Utara dengan Aceh, oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Memang selama puluhan tahun ini warga menempati lahan yang notabene milik PT KAI. Tapi, warga berharap adanya kebijakan yang berarti dari pemerintah. Seperti warga yang kena gusur mendapat alokasi (tempat) lain sebagai tempat tinggal.

"Memang benar ini lahan PT KAI, tapi kalaupun kami digusur, kami berharap adalah kebijakan lain, seperti mengalokasikan kami dilahan lain," harap nenek Saedah, salah satu warga yang rumahnya digusur, Jumat (23/3/2018).

Menurutnya, penggusuran yang dilakukan sudah berjalan seminggu belakangan ini. Masyarakat yang tidak ingin rumahnya dirubuhkan oleh PT KAI, membongkar sendiri rumah yang merupakan harta paling berharga untuk mereka.

"Kami diberi waktu dua minggu untuk membersihkan rumah jika tidak ingin dirubuhkan oleh PT KAI. Mereka sudah memperingati kami didampingi oleh aparat bersenjata, makanya mau tidak mau kami harus membongkar rumah sendiri," terang dia.

Dirinya juga memaparkan, kalau memang ada pihak PT KAI memberikan kompensasi kepada mereka sebesar 1,5 juta, namun itu tidak sebanding dengan rumah yang mereka bangun dan tempati selama puluhan tahun.

"Cuma itu saja harapan kami, kalaupun mesti menyewa kami rela, kalau seperti ini kami mesti tinggal dimana?," terang nenek terlihat putusa asa ini. (lkt-1)



Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait