loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

"Agar Program Nawacita Jokowi Bisa Dinikmati di Sumut, Mari Kita Dukung Djarot"

Tim Redaksi: Senin, 05 Maret 2018 | 18:00 WIB


Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan harus 'Back To Basic' yang artinya PDI Perjuangan harus kembali ke asalnya, yakni lebih memperhatikan rakyat kecil.

PDI Perjuangan merupakan partai wong cilik, partai para nelayan, buruh, petani, abang becak dan kaum lemah yang tertindas. Maka, saat ini PDI perjuangan akan kembali ke asalnya.

Demikian disampaikan anggota DPRD Sumut Fraksi PDI Perjuangan Wasner Sianturi, SE ketika acara silaturahmi dan sosialisasi pasangan calon Gubsu Djarot Saiful Hidayat - Sihar Sitorus (Djoss) serta pembagian tenda becak yang bergambar Djoss di kantor DPC PDI Perjuangan Kota Tebingtinggi, Senin (5/3/2018).

Wasner juga menyampaikan saat ini masih ada kesenjangan dalam masyarakat, oleh sebab itu, dia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencari pemimpin Sumatera Utara yang bisa melayani rakyat seperti Presiden Jokowi dalam Nawacitanya.

"Mas Djarot itu negarawan, mari kita dukung beliau, agar Program Nawacita Pak Jokowi dapat kita nikmati di Sumatera Utara, dan agar taraf hidup kita merata, serta terwujudnya sila kelima dalam Pancasila, yakni Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Wasner yang juga Ketua DPW Komunitas Banteng Asli Nusantara (Kombatan) Sumut ini. 


Sementara, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tebingtinggi, Dian Saragih menambahkan, 2 periode yang lalu Sumut dipimpin dua kali oleh Gubernur yang terkena kasus hukum, jadi dia mengajak untuk memilih pemimpin yang bersih.

"Pak Djarot merupakan calon Gubernur Sumatera utara yang bersih, beliau pernah menjabat legislatif dan eksekutif, yakni anggota DPRD Jawa Timur, Walikota Blitar dua periode, anggota DPR RI, Wakil Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur DKI Jakarta, dan sampai akhir masa tugasnya tidak pernah bersentuhan dan berhubungan dengan hukum serta tidak pernah terjerat kasus korupsi," ujar Dian Saragih.

"Kita memilih pemimpin pemerintah bukan pemimpin agama, jadi jangan mau di adu domba dan di pecah belah dengan isu agama dan SARA," tutupnya.

Dalam Silaturahmi yang dihadiri puluhan abang becak ini, Dian Saragih memberikan secara simbolis Kartu Tanda Anggota (KTA) PDI Perjuangan kepada abang becak yang bermarga Nainggolan serta pembagian tenda becak 'Djoss'.

Acara diakhiri dengan konvoi becak bertenda 'Djoss' mengelilingi kota Tebingtinggi yang dipimpin oleh koordinator abang Becak Hendrik Panggabean. (Ril)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html