Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Produksi Padi Sawah 2 Poktan di Sosa 6,1 Ton/Ha

Tim Redaksi: Senin, 19 Februari 2018 | 12:47 WIB


Memasuki musim panen padi sawah sejumlah petani padi sawah di daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas) sudah mulai melakukan pemotongan padi sawag secara kolektif bersama anggota kelompok petani (poktan).

Begitu juga halnya dengan dua poktan di Kecamatan Sosa, masing-masing Poktan Harapan Maju dan Maju Bersama Desa Roburan, juga melakukan pemanenan padi sawah di lahan persawahan seluas 30 hektare yang dikelola poktan ini. 

Didampingi Kepala Desa Roburan, Soleman Pasaribu, Ketua Poktan Harapan Maju, Rusli Pasaribu, Senin (19/2/2018) menyebutkan, hasil panen padi sawah yang dikelola pihaknya pada musim panen awal tahun 2018 ini sebanyak 6,1 ton perhektare.
"Hasil panen padi sawah kami pada tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya mampu menghasilkan panen padi sawah sebanyak 5,8 ton perhektare. Tahun ini hasilnya sebanyak 6,1 ton perhektare," jelasnya.

"Terjadinya peningkatan hasil panen padi sawah di poktan kami, karena kami menggunakan benih padi unggul varietas Kabir 07 yang kami pasok dari Klaten, Jawa Tengah," ungkapnya.

Sebelumnya, lanjut Rusli, para petani padi sawah di daerah ini hanya menggunakan benih padi unggul varietas Mekongga, yang hasil panennya maksimal sebanyak 5,8 ton perhektare.

"Alhamdulillah, dengan menggunakan benih padi ubggul varietas Kabir 07 ini, selain hasil panennya meningkat, mutu padi sawah yang dihasilkan lebih bagus dan beras yang dihasilkan lebih pulen dan lembut," tambahnya.

Kelebihan padi varietas Kabir 07 ini dengan padi varietas yang lain, lanjutnya, pada padi Kabir 07 jumlah biji permalai dalam batang padi bisa mencapai sebanyak 412 bulir padi.

"Kalau padi varietas Mekongga, biasanya rata-rata hanya sebanyak 170 bulir padi permalai pada setiap batangnya. Makanya, hasil panen padi varietas Kabir 07 ini lebih banyak dari varietas Mekongga," ucap Rusli.

Seperti biasanya, kata Rusli, hasil panen padi sawah yang dikelola poktan ini, sebagian dikonsumsi sendiri dan sebagian dijual ke pasar.

"Untuk harga jual padinya juga saat ini mulai bagus. Biasanya kami menjual padi jenis mekongga sebesar Rp 6.000 perkilo, tapi hasil padi varietas Kabir 07 saat ini harganya sebesar Rp 6.150 perkilonya," katanya.

Sementara, Kepala Desa Roburan, Soleman Pasaribu menyatakan, dengan meningkatnya hasil panen padi petani di desanya, setelah menggunakan jebis padi unggul varietas Kabir 07 tersebut, tentu sangat membantu meningkatkan ekonomi petani padi di sini.

Menurut dia, biasanya dengan menggunakan padi varietas mekongga hasil panennya hanya maksimal sebanyak 5,8 ton perhektare, kini dengan padi varietas kabir 07 hasil panen petani mencapai sebanyak 6,1 ton perhektare. Kondisi dan prosedur pertanaman padi sawah dilakukan petani sama antara padi mekongga dengan padi kabir 07, yaitu jajar legowo (jarwo). Perlakuan pertanaman padi juga sama, tapi hasil bisa meningkat. Tentulah ekonomi petani bisa meningkat. 

"Ke depan, kita akan ajak petani padi sawah di daerah ini untuk membudidayakan pertanaman padi varietas kabir 07," kata Soleman. (pls-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait