loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Bupati dan Jajaran Diminta Lakukan Terobosan Membangun Karo

Tim Redaksi: Senin, 08 Januari 2018 | 19:09 WIB

Bupati Karo Terkelin Brahmana dan Wakil Ketua DPRD Karo Effendy Sinukaban, Kepala Bappeda Nasib Sianturi MSi serta Kepala PUPR, Ir Paten Purba saat melihat jalan alternatif di Kabanjahe untuk mengurai kemacetan.


Untuk mempercepat laju pembangunan dan kemajuan di berbagai sektor di Kabupaten Karo dibutuhkan komitmen yang kuat dan terintegrasi di seluruh lapisan masyarakat. Tak terkecuali Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH dan wakil Bupati Cory Sriwaty Sebayang serta semua kepala SKPD dan seluruh unsur aparatur sipil negara jajaran Pemkab Karo.

Semua pihak tersebut diharapkan dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik sehingga dapat mengembangkan inovasi dan motivasi kerja untuk melaksanakan program yang berbasis pemberdayaan  dan peningkatan ekonomi masyarakat.

“Lakukan terobosan, ada inovasi baru mekanisme proses perijinan, potong rangkaian birokrasi yang terlalu panjang dan ribet, agar investor tertarik menanamkan modalnya di Kabupaten Karo,” ujar Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Karo, Alex Chandra, Minggu sore (7/1) di Kabanjahe.

Lanjutnya, pembangunan infrasturktur diharapkan seimbang antara wilayah perkotaan dan pedesaan, agar tidak ada disparitas kesenjangan antara kota dan desa. Bidang pertanian, Bupati harus berusaha meminimalisir kelangkaan pupuk disaat musim tanam, serta memperbaiki tata kelola air untuk pertanian. Kualitas kehidupan petani di pedesaan agar lebih diperhatikan, penggunaan dana ADD diawasi lebih ketat.

Anjloknya beberapa komoditi pertanian harus menjadi keprihatinan bersama untuk dicarikan solusinya. Demikian juga Bidang kebudayaan dan pariwisata, Bupati Terkelin Brahmana harus mampu mengembalikan kembali kejayaan seni-seni tradisional Karo.

“Berikan wisatawan, kesenian Karo yang sesungguhnya, selain event Pesta Budaya Mejuah-Juah dan Pesta Bunga dan Buah terus dilaksanakan. Tidak kalah pentingnya membenahi sejumlah sarana dan prasarana pendukung objek wisata. termasuk tata kelola kota Kabanjahe yang selama ini terkesan belum tersentuh, sehingga kesannya masih terbelakang dan tidak beraturan," harapnya.

Dia menginginkan, pembangunan ekonomi rakyat Kabupaten Karo di tahun 2018 berbasis pada sumber daya alam yang ada. Seperti membangun pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan sektor informal lainnya. "Saya yakin mereka (Bupati dan wakil Bupati) saling melengkapi demi percepatan pembangunan daerah ini. Sebab bagaimanapun juga, tujuan menjadi pemimpin untuk mensejahterakan rakyatnya," tutur Alex Chandra.

Ekspektasi masyarakat yang tinggi akan terwujudnya pembangunan Kabupaten Karo yang lebih baik adalah impian semua warga di 17 kecamatan dari 269 desa/kelurahan. Pemkab Karo semakin dituntut lebih cepat, agresif, piawai, cerdas memanfaatkan peluang dan menggali sumber-sumber potensi yang ada,” ucapnya.

Untuk itu, kerja keras seluruh stakeholders pemerintah sangat diharapkan masyarakat. Bagaimana supaya daerah ini bisa melakukan lompatan kemajuan di berbagai sektor, itu yang perlu disegerakan. "Saatnya Bupati Karo bertindak tegas, bukan tanpa sebab, masyarakat berharap visi misi Pemkab Karo dapat direalisasikan secepatnya, karena percepatan pembangunan sangat tergantung dari pihak eksekutor (Bupati-red)," tegasnya.

“Bupati dan wakil bupati Karo, agar memiliki rasa tanggung jawab tinggi memikirkan masyarakat kecil terutama dari segi perekonomian. Bupati dan Wakil Bupati saling memahami tugas pokok dan fungsi masing-masing,” ucapnya.

 Ketika perekonomian mereka tidak mendapat perhatian, banyak yang goyah hingga melakukan aksi kriminalitas. Masyarakat juga berharap agar Bupati dan wakil Bupati mampu menata dan menguatkan mesin birokrasi demi terwujudnya pemerintahan yang baik, bersih dan jauh dari nuansa KKN.

Ditambahkannya, blusukan Bupati Karo ke lapangan patut diapresiasi untuk melihat dan mendengar langsung keluh kesah warga termasuk melihat sejumlah persoalan-persoalan dilapangan untuk dicarikan solusinya. "Namun, hasil blusukan tersebut harusnya ditindaklanjuti Bappeda dan dinas terkait agar dirasakan rakyat manfaatnya seperti sejumlah jalan alternatif di Berastagi, Kabanjahe dan Tigapanah yang sudah diproyeksikan harus dieksekusi tahun 2018 ini," tutup Alek Chandra. (Marko Sembiring)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html