Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Diotaki Perwira TNI, Preman Aniaya Penggarap

Tim Redaksi: Kamis, 28 September 2017 | 21:44 WIB


Haslina

Dipicu perebutan lahan, seorang penggarap, Letomo alias Tomo (36) Jalan Serbaguna, Pasar 4, Desa Helvetia, Kec. Labuhandeli, Kab. Deliserdang‎, menjadi korban penganiayaan sekelompok preman.

 Penyerangan secara brutal yang diotaki oknum TNI AD berpangkat Letda itu telah dilaporkan ke Polsek Medan Labuhan. Salah satu tersangka, M Ari Supomo (31) warga Pasar 4, Desa Helvetia, Kec. Labuhandeli, Kab. Deliserdang telah ditangkap, Kamis (28/9).

 Informasi diperoleh menyebutkan, keributan itu berawal dari perselisihan lahan seluas 1/2 hektar milik Tomo dan temannya, Adek serta Surya dirampas perwira TNI AD yang bertugas Kodam I/BB itu.

 Tak terima lahan dirampas, Tomo dengan Adek dan Surya bersama teman - temannya mendatangi lahan untuk diambil kembali. Ternyata, mereka ditantang sekelompok preman untuk mengamankan lahan tersebut.

 Antara mereka pun terjadi pertengkaran mulut, dengan seketika Ari dan Tono bersama teman - temannya menyerang Tomo, Adek dan Surya dengan menggunakan senjata tajam.

 Akibat penyerangan itu, Tomo mengalami pemukulan dari sekelompok preman itu, warga sekitar melihat itu mencoba melerai keributan. Tomo yang mengalami luka - luka melaporkan kejadian itu ke Polsek Medan Labuhan.

 "Aku datang ke lahan itu untuk mengambil tanah yang dirampas, karena si Letda A telah merampas dan menyuruh preman - preman itu untuk menyerang kami," kata Tomo.

 Dijelaskan pria lajang ini, lahan itu sudah mereka kuasai sejak tahun 2012, tapi, Letda A mencoba merampas dan mengambil lahan itu dijual kepada orang lain.

 "Kami tetap tidak terima lahan itu diambil oknum TNI, karena kami pemuda setempat sudah lama menguasai lahan itu, jangan dia (Letda A-red) suka - sukanya mengambil lahan kami," ungkap Tomo.

 Pasca kejadian itu, salah satu pelaku penyerangan Ari telah ditangkap Polsek Medan Labuhan. "Banyak yang nyerang aku, tapi pelaku lain masih bersembunyi, harapan aku semua pelaku ditangkap," harap Tomo.

 Terpisah, Wakapolsek Medan Labuhan, AKP Ponijo dikonfirmasi belum mengecek tahanan, kalau memang sudah ada di tahanan, berarti pelaku sudah kita amankan. "Saya lagi di luar, nanti saya cek, yang jelas kasus itu tetap kita proses," kata Ponijo.

 Orang Tua Minta Keadilan


 Pasca ditangkapnya M Ari Supomo alias Ari (31) yang melakukan penganiayaan terhadap penggarap, orang tuanya, Haslina (52) meminta pertanggungjawaban dan keadilan kepada Letda A yang ............................

[cut]

Orang Tua Minta Keadilan


 Pasca ditangkapnya M Ari Supomo alias Ari (31) yang melakukan penganiayaan terhadap penggarap, orang tuanya, Haslina (52) meminta pertanggungjawaban dan keadilan kepada Letda A yang menjadi dalang keributan tersebut.


Dengan wajah lemas dan kesal, ibu anak 6 ini sudah menelpon Letda Letda A untuk bertanggung jawab dengan ditangkapnya ‎Ari. Namun, perwira berpangkat satu balok emas itu menolak untuk bertanggung jawab.

 "Saya sudah menelpon si Letda A, tapi dia tidak tanggung jawab. Saya sangat kecewa, anak saya dipenjara gara tentara itu," beber Haslina.

 Dijelaskan Haslina, selama ini anaknya Ari ikut dengan oknum TNI AD itu untuk mengawasi lahan itu, sehingga Ari melakukan di luar akal sehatnya. "Anak saya itu disuruh memukul orang karena tentara itu yang nyuruh, makanya anak saya melakukan penyerangan itu," kata Haslina.

 Ditegaskan wanita berusia 52 tahun ini, bila oknum TNI itu tidak bertanggung jawab, maka dirinya akan melaporkan masalah itu ke tempat tugasnya.

 "Saya baik - baik minta pertanggung jawaban, malah ditantang dia (Letda A). Dia lepas tangan, jadi saya akan laporkan masalah ini. Karena keadilan anak saya tidak ada, harusnya dia yang ditangkap," kesal Haslina.

 Haslina tak terima dengan sikap Letda A yang mengaku mempekerjakan Ari, kenyataannya, Ari bukan hanya kerja, tetapi dipengaruhi untuk melakukan tindakan kekerasan. "Kalau anak saya kerja, tapi kenapa tidak ada digaji," ungkap Haslina.

 Hal itu dibenarkan rekan Ari, M Hidayat alias Dayat yang dipekerjakan oleh Letda A di lahan itu, tetapi gaji yang diberikan tidak sesuai. "Aku memang suruh awasi di lahan itu, tapi gaji tak sesuai, makanya aku pun kecewa," kata ‎Dayat.

 Selain mengawasi lahan, kata Dayat, perwira TNI itu memerintahkan mereka untuk menyerang bila ada orang yang menggangu di lahan itu. "Kalau ada yang masuk ke lahan, kami disuruh untuk menghalangi dengan kekerasan, biar lahan itu tetap dikuasai Letda A," ungkap Dayat.

 Dirinya kecewa dengan Letda A yang tidak sesuai memberikan gaji, serta Letda A menumbalkan mereka untuk melakukan kekerasan kepada orang - orang yang mencoba mengganggu lahan.

 "Bayangkan aja, kami disuruh stanbay di lahan, ada yang ganggu kami yang hantam. Tapi, gaji yang dijanjikan tidak sesuai, makanya saya pun tak mau lagi ikut kerja di lahan itu," ‎ungkap Dayat.


 Hingga berita ini diimuat redaksi, Kapendam I/BB Kolonel Edy Hartono belum memberikan keterangan resmi. Pesan yang disampaikan, belum berbalas.(mu-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait