Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

PTPN II Kebun Jati Bergejolak, Warga Hadang Truk

Tim Redaksi: Rabu, 19 Juli 2017 | 21:24 WIB


Suasana pengamanan di lokasi
Diduga karena melintas di jalan milik masyarakat setempat, truk diesel Bk 0642 MC milik PTPN II Kebun Tanjung Jati dihadang oleh puluhan warga Dusun Sei Benang Dalam, Desa Mancang, Kecamatan Selesai, Rabu (19/7/17).

Dari data pihak kepolisian Polres Binjai, sekira pukul 10.00 wib, anggota pengamanan dari kesatuan Arhanud 11/Bs bersama dengan security kebun PTPN II Kebun Tanjung Jati yang berjumlah 30 orang datang untuk mengambil buah sawit curian yang masuk ke jalan pante Dusun Sei Benang Dalam Desa Mancang.

Setibanya di lokasi, salah satu anggota TNI yang bertugas di PTPN II Kebun Tanjung Jati, Prada Yohanes melakukan tembakan ke atas sebanyak 3 kali. Akibatnya, warga sekitar Dusun Sei Benang Dalam, Desa Sei Mancang merasa terkejut dan ketakutan.

Bahkan, salah satu warga Sariem (68) yang berada tak jauh dari lokasi kejadian sempat pingsan mendengar suara tembakan tersebut.

Kemudian warga sekitar langsung datang kelokasi melihat korban dan membawanya ke rumah. Setelah itu, warga berkumpul di pintu masuk menuju pantai dan melakukan pembakaran ban bekas serta menutup portal dengan maksud agar mobil pengangkut buah tidak dapat keluar.

Selanjutnya, Kasat Intelkam Polres Binjai AKP Usrat Aminullah beserta Kapolsek Selesai AKP Zakaria Lubis dan Kepala Dusun Sei Benang, Ridwan tiba di lokasi dan mencoba melakukan mediasi dengan warga sekitar.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolsek Selesai, AKP Zakaria Lubis berharap agar permasalahan tersebut dapat diselesaikan secepatnya. Jika benar telah terjadi pencurian sawit di kebun milik PTPN II, diharapkan masyarakat jangan turut serta membela yang salah.

Sementara itu, Kepala Dusun setempat, Ridwan menyampaikan bahwa jalan yang dilalui bukan jalan umum dan biasanya setiap truk yang melintas di jalan tersebut dikenakan biaya tarif / distribusi sebesar Rp.10.000 per-truk.


Hasil dari kesepakatan tersebut, pihak PTPN II, akhirnya bersedia membayar uang sebesar Rp.1.500.000 kepada warga sekitar untuk menyelesaikan permasalahan agar truk dapat keluar. (hendra)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait