-->

SPBU Jadi Sarang Mafia BBM Subsidi, Polrestabes Bongkar Modus Licik Pabrik Beton

Sebarkan:

Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Jean Calvijn Simanjuntak memperlihatkan empat nopol yang digunakan mafia untuk mengambil BBM dari SPBU di Medan dan Binjai. (mol/dok).

MEDAN | Skandal kotor penyelewengan BBM bersubsidi di Kota Medan terbongkar. Satreskrim Polrestabes Medan menggerebek praktik mafia yang selama selalu merampok hak rakyat kecil dengan melibatkan oknum SPBU nakal, Selasa (28/10/2026).

Fakta dari lapangan, pelaku berinisial MR, seorang sopir truk dump kuning yang sudah dimodifikasi dengan dua tangki raksasa, ditangkap saat mengangkut BBM subsidi dalam jumlah besar.

Modusnya sangat licik dan terorganisir. BBM yang seharusnya untuk rakyat miskin itu diduga diperoleh dari sejumlah SPBU dengan menggunakan pelat nomor dan barcode palsu/ berbeda untuk melakukan pengisian berulang. Ini bukti jelas ada permainan busuk dan pembiaran dari pihak SPBU.

Tanpa persekongkolan dengan oknum SPBU, mustahil truk modifikasi bisa bolak-balik mengisi BBM subsidi dengan barcode berbeda tanpa terdeteksi.

BBM hasil rampokan dari jatah rakyat itu kemudian dijual dengan harga di atas Rp8.000 per liter ke pabrik pembuatan beton di perbatasan Kota Medan dan Binjai untuk mengoperasikan alat berat dan kebutuhan listrik pabrik.

"Pada truk ini ada tangki tambahan. Sehingga sekali beraksi bisa mengangkut setelah ton minyak solar," kata Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Jean Calvijn Simanjuntak.

Ini adalah kejahatan luar biasa. Pabrik beton yang jelas-jelas industri komersial dengan keuntungan miliaran rupiah, tega menghisap BBM subsidi yang seharusnya untuk supir angkot, nelayan, dan ojek online.

"Mobil ini menggunakan plat nomor polisi dan barcode yang berbeda," jelasnya saat paparan.

Polisi telah menetapkan sopir truk sebagai tersangka, namun ini baru permukaannya. Polrestabes Medan kini memburu admin pabrik yang diduga sebagai otak pemesanan dan pembayaran, serta mengusut tuntas asal-usul BBM dari SPBU-SBU nakal tersebut. (RE Maha/REM).

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini