
Momen saat Kepala Dusun 3A Selambo, Desa Amplas, Ayub Pringadi Marbun menyiram minyak ke gubuk sebelum membakarnya. (mol/FB).
DELISERDANG| Keberanian luar biasa ditunjukkan Kepala Dusun 3A Selambo, Desa Amplas, Ayub Pringadi Marbun. Tanpa pasukan, tanpa senjata, ia seorang diri nekat mengobrak-abrik dan membakar barak narkoba yang sudah meresahkan warga di Gang Permai Indah 4, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Kamis (29/10/2026).
Aksi heroik itu dilakukan Ayub pada Senin (26/10/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat melintas, ia mendapati puluhan orang sedang asyik pesta sabu dan judi.
"Penjualnya warga sini, residivis yang baru keluar penjara kasus sabu juga, tapi pembelinya warga luar," kata Ayub dalam video yang beredar di medsos.
Di lokasi, Ayub menemukan barang bukti berupa alat isap sabu atau bong, paket-paket sabu yang masih tersisa, hingga kartu domino untuk judi.
"Saya temukan ada kartu untuk main domino, ada bong sabu, dan masih ada paket sabu. Cuman pas saya ke warung beli bensin, sudah dibersihkan mereka duluan," ceritanya.
Saat kejadian, ada sekitar 40 orang yang berkumpul di teras-teras rumah warga. Begitu Ayub masuk, mereka kocar-kacir kabur.
"Ada yang lagi narik sabu, saya masuk, langsung kabur. Memang tak sempat saya videokan. Baru setelah mereka bubar, bertiga kami videokan sebagai bukti dan peringatan bagi bandarnya untuk tidak buka lagi di sini," ujarnya.
Bagi Ayub, ini bukan hal baru. Wilayahnya pernah dicap sebagai Kampung Narkoba terganas di era 2018 hingga 2022.
"Sejak 2018 sampai 2022 itu gencarnya luar biasa. Dari ujung sana sampai ujung sini jual narkoba semua. Sampai separah itu," kenang Ayub.
Bahkan aparat pernah jadi korban. Kaca mobil polisi pecah akibat dilempar orang suruhan bandar narkoba.
"Modus mereka juga licik, memakai pengintai dan kode-kode khusus untuk mengelabui petugas," ungkapnya.
Aksi berani Ayub ini langsung mendapat respons positif dari kepolisian. Kapolsek Medan Tembung sudah turun ke lokasi, dan Polrestabes Medan memberikan apresiasi.
"Dari pihak Polres mengapresiasi, dan mudah-mudahan apa yang kita buat ini bisa diikutin oleh kepala dusun-kepala dusun lainnya," kata Ayub.
Ia menegaskan, kunci pemberantasan narkoba ada di level paling bawah.
"Kalau kita sebagai kepala dusun di lingkungan terkecil bisa peduli dan berani menghapuskan narkoba di kampung kita, insyaallah tidak ada lagi kegiatan narkoba di tempat lain," tegasnya.
Baginya, ini soal tanggung jawab moral untuk menyelamatkan generasi muda.
"Kasihannya anak-anak kecil, generasi kita bisa terpapar narkoba, makanya kita langsung tindakan pencegahan," ujarnya.
Soal ancaman, Ayub sama sekali tidak gentar. Meski harus berhadapan dengan 40 orang, ia yakin kebenaran akan selalu didukung.
"Saya anak sini dan prinsipnya, saya berani menerima jabatan Kadus, itu adalah pemimpin. Pemimpin akan diminta pertanggungjawabannya di akhirat nanti. Kalaupun terjadi apa-apa saat memberantas kemungkaran ini, insyaallah ganjarannya syahid," pungkasnya dengan tegas.
Sosok Ayub Marbun layak mendapat dukungan penuh dan menjadi contoh nyata bagi seluruh kepala lingkungan di Sumatera Utara. Berani melawan narkoba dari tingkat dusun adalah awal dari Indonesia Bersih Narkoba. (RE Maha/REM).
