Terlihat sebuah truck yang baru saja melewati kubangan lumpur, saat melintasi jalan rusak di Dusun V Sungai Serai, Desa Pangkalan Siata, Kecamatan Pangkalan Susu.(Foto mol/ warga Desa Pangkalan Siata)
LANGKAT | Kerusakan parah terjadi pada jalan tanah antar dusun dan jalan utama Desa Pangkalan Siata, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat.
Infrastruktur jalan yang setiap hari menjadi akses jalan utama bagi warga petani maupun anak-anak sekolah di daerah sentra pertanian itu kini berlumpur tebal sehingga sangat sulit dilalui.
Parahnya lagi, ketika musim hujan, badan jalan licin dipenuhi lumpur tebal. Kondisi jalan rusak parah ini sangat menganggu para pengguna jalan, baik pejalan kaki maupun penunggang sepedamotor dan truck angkutan barang.
Para pengemudi truck, termasuk anak-anak sekolah menggunakan sepedamotor harus ekstra hati-hati saat melintasi jalan jika tidak ingin kenderaannya terperosok ke dalam kubangan lumpur tebal.
Baru baru ini, sejumlah warga petani, termasuk anak sekolah terlihat berjalan kaki melewati jalan berlumpur tebal dan licin tersebut. Diantara anak-anak sekolah ada yang terpeleset dan terjatuh yang mengakibatkan pakaian seragam yang dipakainya menjadi kotor.
Meski mereka telah berupaya hati hati, tapi karena badan jalan sudah dipenuhi lumpur lagi licin, itu yang membuat mereka sulit menghindari jalan rusak, dan akhirnya mereka tergelincir.
Kerusakan jalan sudah berlangsung puluhan tahun. Namun, sejauh ini belum ada perbaikan jalan yang maksimal oleh Pemerintah Desa Pangkalan Siata maupun Pemerintah Kabupaten Langkat.
Ratusan juta rupiah uang Dana Desa yang telah dialokasikan untuk membangun peningkatan jalan desa, tapi hasilnya tidak maksimal, dan dalam waktu relatif singkat, badan jalan kembali lagi rusak parah, ungkap seorang warga desa mengaku bernama Sulaiman, yang sengaja menghubungi kru Metro Online melalui selularnya, Minggu (9/8/2026).
Selain sulit dilalui, lanjutnya, jalan rusak parah ini juga mengganggu aktivitas warga petani khususnya ketika mengangkut keluar tandan buah sawit (TBS), dan hasil pertanian lainnya untuk dipasarkan keluar.
Karena kerusakan jalan, katanya, acap kenderaan roda empat dan roda enam terperosok ke dalam kubangan lumpur, ucapnya, seraya mengatakan, "ini foto-foto jalan rusak saya kirim ia pak (maksudnya Metro Online-red).
Entah sampai kapan jalan rusak parah di desa ini akan berlangsung. Apakah kerusakan jalan ini akan terus menerus luput dari perhatian pemerintah ? Padahal, Bangsa Indonesia sudah 81 tahun merdeka, tapi jalan desa ini masih saja dalam kondisi hancur," tutupnya.
Kades Pangkalan Siata, Tahansyah Silalahi beberapa kali dihubungi melalui sambungan WhatsApp-nya, bahkan ditelepon langsung, terkait jalan rusak parah di desa itu, namun yang bersangkutan tidak dapat dihubungi.
Bahkan kru Metro Online telah berusaha menghubungi yang bersangkutan mulai dari hari Jumat (7/8/2026) hingga Minggu (9/8/2026), lagi lagi tidak dapat dihubungi.(lesman simamora/mp)

