
Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, menerima dokumen tuntutan masyarakat dan pemuda dalam massa aksi damai di depan kantor bupati. (mol/yas).
TAPTENG|Ribuan warga dan Pemuda Tapanuli Tengah (Tapteng) Sumatera Utara (Sumut), menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati Tapanuli Tengah menuntut kejelasan pencairan Jaminan Hidup (Jadup), percepatan pemulihan pascabencana, serta transparansi penyaluran bantuan kepada masyarakat, Rabu (17/6/2026).
Aksi yang dipimpin para orator Anggiat Marito, Waiys Al Kahrony Pulungan, Atosokhi Zebua, dan Fombaso itu sempat memanas ketika massa mendesak Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, hadir langsung untuk memberikan penjelasan. Massa menolak apabila aspirasi hanya diterima oleh perwakilan pemerintah daerah.
Asisten I Setdakab Tapteng Jonnedi Marbun S Pd MM didampingi Asisten III, Kepala Pelaksana BPBD Ardi, dan sejumlah pimpinan OPD sempat menemui peserta aksi. Namun warga tetap bersikeras meminta Bupati turun langsung agar memperoleh kepastian atas berbagai persoalan yang telah berbulan-bulan mereka hadapi.
Tidak lama kemudian, Masinton Pasaribu tiba di lokasi dan langsung berdialog dengan masyarakat. Suasana yang sebelumnya tegang berangsur mencair setelah warga diberi kesempatan menyampaikan keluhan dan tuntutan secara terbuka.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan aksi yang dikoordinasikan Eva Susanti, Budi Soki Zebua, David Panjaitan, dan Eka Yanti Simanungkalit, serta penanggung jawab Raja Inal Sihite dan Onlirman Nazara, menyerahkan dokumen berisi delapan tuntutan kepada Bupati.
Tuntutan tersebut meliputi percepatan pencairan Jadup Tahap II, kejelasan proses Tahap III dan IV, transparansi bantuan stimulan rumah rusak, keterbukaan data penerima bantuan, serta publikasi seluruh bantuan yang diterima dari pemerintah maupun pihak donor.
Menanggapi hal itu, Masinton menegaskan pemerintah daerah akan menindaklanjuti seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat.
"Kami akan berupaya semaksimal mungkin merespons dan menindaklanjuti tuntutan yang disampaikan. Untuk Jadup Tahap II ditargetkan cair paling lambat akhir Juni 2026, sementara Tahap III dan IV masih dalam proses verifikasi," ujar Masinton di hadapan massa.
Di tengah aksi, kru Metro-Online.co juga mewawancarai Marluba Marbun, warga Desa Aek Horsik, Kecamatan Badiri, yang menjadi salah satu korban banjir. Rumah dan sejumlah harta bendanya mengalami kerusakan akibat bencana yang terjadi beberapa bulan lalu.
Menurut Marluba, kehadiran Bupati menjadi langkah positif, namun masyarakat masih menunggu realisasi dari berbagai janji yang telah disampaikan pemerintah.
"Kami datang bukan untuk mencari masalah, tetapi mencari kepastian. Kami berharap apa yang disampaikan hari ini benar-benar diwujudkan. Sudah cukup masyarakat menunggu. Terutama desa-desa yang sempat terisolasi dan sampai sekarang belum sepenuhnya pulih," ungkapnya.
Setelah berlangsung selama beberapa jam, aksi berakhir dalam suasana kondusif. Massa membubarkan diri dengan harapan pemerintah segera merealisasikan komitmen yang telah disampaikan, sekaligus mempercepat pemulihan di wilayah terdampak bencana yang hingga kini masih menunggu perhatian serius dari pemerintah serta janji Bupati Tapanuli Tengah yang secara langsung menyampaikan bahwa JADUP paling lambat akhir bulan Juni ini. (Yas/REM).
