-->
crossorigin="anonymous">

FM Pertamina EP Rantau Pastikan Keamanan Pipa Penyaluran Crude Oil yang Mengular Di Atas Tanah Di Besitang Langkat

Sebarkan:

 

Di papan plang Pertamina EP ini sebelumnya tampak jelas tulisan peringatan bahwa pipa penyalur minyak mentah bertekanan tinggi dan berbahaya, namun saat ini tulisan tersebut sudah terhapus.(Foto mol/Lesman Simamora)


LANGKAT | Pertamina EP (PEP) Rantau Field, Tomi Wahyu Alimsyah memastikan keamanan pipa penyaluran minyak mentah dengan selalu melakukan serangkaian pemeliharaan rutin, penggunaan teknologi mitigasi keselamatan serta inpeksi berkala untuk mencegah insiden di area operasi.

Menurut dia, Jalur pipa transmisi yang terlihat di atas tanah di Kawasan Bukit Gayo, Kelurahan Kampung Lama, Kecamatan Besitang, Langkat merupakan jalur pipa lama yang tidak bertekanan.

Saat ini, lanjutnya, PEP Rantau Field menggunakan jalur pipa bawah tanah untuk penyaluran minyak mentah menuju PEP Pangkalan Susu. 

PEP Rantau Field menghimbau masyarakat mematuhi peraturan khususnya terkait jarak aman dari jalur pipa. Masyarakat tidak beraktivitas di atas pipa termasuk tidak menimbun dan mengecor pipa.

Dukungan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan operasi migas yang aman serta ramah lingkungan dengan cara mematuhi semua peraturan yang berlaku dan arahan yang diberikan, demikian siaran pers yang diterima kru Metro Online dari Humas PEP Rantau, Jefri. 

Namun demikian, pernyataan FM PEP Rantau ini perlu dipertanyakan kebenarannya. Pasalnya, di areal jalur pipa Migas di Bukit Gayo itu ada plang berdiri bertuliskan pipa minyak mentah bertekanan tinggi dan berbahaya, ujar warga setempat kepada kru Metro Online, seraya meminta namanya tidak ditulis.

Dikatakan, yang mendirikan plang dan yang menulis pipa bertekanan tinggi dan berbahaya adalah PEP Rantau sendiri, yang menyatakan pipa minyak mentah itu tidak bertekanan, juga PEP Rantau meski pejabatnya sudah berganti, lalu mana yang benar, ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pernyataan FM PEP Rantau ini terkesan membuat masyarakat bingung, bagaimana mungkin pejabat pendahulunya membuat plang bertuliskan jalur pipa minyak mentah bertekanan tinggi dan berbahaya kalau itu tidak benar, ujarnya dengan nada heran.

Plang yang didirikan berisi tulisan warning, ia tentu agar masyarakat mengetahui keberadaan jalur pipa penyalur minyak mentah, sekaligus peringatan bagi masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan apa pun yang berpotensi mengganggu kenyamanan  pipa, terangnya.

Sebagaimana lazimnya, jalur pipa distribusi minyak mentah dan gas bumi itu diletakkan di atas struktur khusus penyangga (galangan) atau ditimbun dibawah tanah dengan kedalaman mencapai 1 meter, pipa tidak dibiarkan mengular di atas permukaan tanah.

Pipa diletakkan di atas support untuk memudahkan perawatan, jikalau pipa ditimbun itu menjamin kenyamanan jalur pipa. Tapi kalau jalur pipa mengular di atas permukaan tanah itu berpotensi lebih cepat korosi (berkarat), katanya.

Maka jangan salahkan masyarakat kalau jalur pipa distribusi minyak mentah itu dikatakan memiliki tekanan tinggi dan berbahaya, karena memang itu yang tertulis dalam plang. "Pertamina harus jelas, kalau jalur pipa tidak memiliki tekanan tinggi dan tidak berbahaya, cabut plang itu, atau ganti isi tulisannya, bahwa pipa minyak tersebut tidak bertekanan tinggi dan tidak berbahaya", tutupnya. 

Lagi-lagi disayangkan, oknum Humas PEP Rantau, Jefri, yang dikonfirmasi kru Metro Online melalui sambungan WhatsApp-nya, Rabu (10/6/2026), terkait posisi pipa distribusi minyak dan gas bumi itu diletakkan di atas struktur khusus (support/ galangan) atau ditimbun, yang bersangkutan tidak menjawab.(lesman simamora/mp)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini