![]() |
| Foto: Polsek Siantar Barat Olah TKP dan Evakuasi Jasad Pria Korban Gantung Diri (mol/humas) |
Kapolsek Siantar Barat - Polres Pematangsiantar Iptu Raja K Sihaloho SH MH memaparkan kronologi temuan mayat bermula dari kekasih korban inisial IN, sekira pukul 10.00 WIB datang ke komplek kost.
IN menggetuk berkali-kali kamar korban yang terkunci, namun tidak ada respon. IN meminta pengawas kost F (saksi) untuk membuka paksa kamar. Saksi F membuka paksa jendela lalu masuk dan membuka pintu kamar, bersama saksi, IN masuk.
Histeris. Saat memeriksa kamar mandi, IN dan saksi F terperanjat melihat korban dalam kondisi tergantung menggunakan sprei yang terikat di ventilasi.
Mengira masih bisa ditolong, IN meminta F untuk menurunkan kekasihnya, ternyata korban telah meninggal dunia. Peristiwa ini kemudian dilaporkan ke Polsek Siantar Barat.
Menerima laporan, Kapolsek Siantar Barat langsung merespon bergerak ke lokasi bersama personel untuk olah TKP dan identifikasi setelah berkoordinasi dengan tim Inafis Sat Reskrim Polres Pematangsiantar dan tim BPBD.
Kata Iptu Raja K Sihaloho. Berdasar keterangan IN, pacarnya (korban) tiba di Pematangsiantar Sabtu (6/6/2026) menggunakan bus ALS, baru 2 hari menginap di kos kosan Jalan Sipirok, dengan tujuan untuk bertemu dengannya.
"Berdasar keterangan saksi-saksi dan hasil olah TKP disimpulkan korban meninggal dunia diduga akibat gantung diri menggunakan sprei tempat tidur yang diikat pada ventilasi kamar mandi," ungkap Iptu Raja K Sihaloho, Kamis (11/6/2026) siang.
Terkait modus nekat korban mengakhiri hidup dengan cara gantung diri, Iptu Raja K Sihaloho mengungkapkan diduga akibat masalah hubungan asmara dengan pacar korban.
Saat ini jasad korban sudah berada di RSUD dr Djasamen Saragih untuk pemeriksaan lanjut secara medis sekaligus menunggu kedatangan keluarga (bay/bay)

