-->

Pipa Bocor, Pernyataan Humas Bertolak Belakang dengan Pernyataan FM Pertamina EP Pangkalan Susu Field

Sebarkan:

 


Terlihat Speedboat Pertamina EP Pangkalan Susu Field sedang patroli dalam proses pemeriksaan dan identifikasi titik line pipa gas bocor di dasar laut di perairan Pangkalan Susu. (Foto mol/ Lesman Simamora)

LANGKAT | Keterangan Humas dan keterangan Field Manager (FM) Pertamina EP Pangkalan Susu Field bertolak belakang, terkait line pipa gas di dasar laut  bocor menyelimuti permukaan  air laut Pangkalan Susu, ujar pemerihati Migas di Pangkalan Susu, M. Ali  kepada kru Metro Online, Sabtu (2/5/2026).

Keterangan resmi FM, Edwin Susanto dan Humas Pertamina EP Pangkalan Susu, Wahyu, berbeda mengundang pertanyaan bagi warga khususnya yang berdomisili di "kota minyak" Pangkalan Susu. "Keterangan FM dan Humas bertolak belakang itu diduga karena kurangnya komunikasi antara atasan dan bawahan," ucap pria berkumis tipis yang pada masa mudanya puluhan tahun ia bekerja di perusahaan Migas.

Dalam keterangan resmi lewat press release yang disampaikan FM Pertamina EP Pangkalan Susu, Edwin Susanto, melalui Humas Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1, Jefri, terkait gelembung air di atas permukaan laut, belum bisa disimpulkan karena ada bocoran gas.

"Saat ini belum bisa disimpulkan dengan cepat apa penyebabnya. Tim sedang bekerja di lokasi untuk pemeriksaan dan memastikan kondisi pipa di dasar laut, tersebut" ujarnya.

Sementara keterangan Humas Pertamina EP Pangkalan Susu Field, Wahyu seperti diberitakan media ini sebelumnya, pihak perusahaan langsung merespon dengan cepat begitu mendapat informasi terkait kebocoran pipa gas tersebut.

"Pertamina langsung mematikan distribusi gas dari PPJ ke MGS untuk mencegah risiko. Begitu mendapat informasi dari LSM, Eri Alfianto, petugas perusahaan segera mematikan aliran gas dan kemudian mengalihkan gas ke tempat lain," kata Wahyu.

Bahkan, Wahyu menambahkan, di lokasi titik kebocoran sudah dipasang pembatas. Insiden kebocoran ini tidak menimbulkan dampak, baik terhadap lingkungan perairan, maupun terhadap masyarakat.

Keterangan FM, Edwin Susanto, mengatakan gelembung air di atas permukaan laut, itu  belum bisa disimpulkan akibat adanya pipa gas bocor. " Apa yang disampaikan FM itu bertolak belakang dengan keterangan Wahyu, Humas Pertamina EP Pangkalan Susu, yang mengatakan adanya line pipa gas bocor, kata M. Ali mengakhiri komentarnya.

Senada dengan itu, Eri Alfianto, bidang investigasi LSM Reclasering Kab. Langkat mengatakan, dengan adanya perbedaan keterangan, terkait pipa gas dasar laut mengalami kebocoran, itu seakan menggambarkan oknum-oknum pejabat di perusahaan BUMN tersebut dinilai tak profesional.

Untuk itu diminta kepada pemangku kebijakan di Pertamina Pusat meninjau kembali posisi oknum FM Pertamina EP Pangkalan Susu Field, dan oknum Humas Pertamina EP Pangkalan Susu, dan menempatkan orang yang benar-benar  profesional di bidang energi dan Humas, demi kemajuan perusahaan ",plat merah" itu ke depan.

"Pimpinan perusahaan diharapkan dapat membangun soliditas dan solidaritas yang kokoh untuk menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan harmonis untuk mencapai tujuan yang sama. Pemberian keterangan yang berbeda terkait line pipa gas bocor, kemungkinan itu bisa terjadi karena kurangnya komunikasi antara atasan dan bawahan," terang Eri Alfianto. (lesman simamora/mp)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini