![]() |
| Foto: Tragedi Pondok Bulu, Piket Unit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun Olah TKP dan Evakuasi Korban Kecelakaan Truk Fuso Kontra Toyota Kijang (mol/satlantas) |
Kasat Lantas Polres Simalungun Iptu Devi Siringoringo SSos SH MH melalui Kanit Gakkum Ipda Yancen Hutabarat SH, Rabu (25/3/2026) siang memaparkan lokasi kejadian di Jalan Alternatif Km 6-7 Simpang Palang menuju Simpang Sitahoan, Dusun Talun Sungkit, Desa Pondok Bulu, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Sebelum kejadian, ujar Yancen Hutabarat, truk Mitsubishi Fuso bermuatan yang dikemudikan ASL, 49, warga Kabupaten Humbang Hasundutan melaju dari Simpang Palang menuju Simpang Sitahoan, Parapat ke arah Toba.
Tiba di TKP dengan kondisi jalan menanjak dan berkelok, truk tidak mampu mendaki sehingga mundur di luar kendali pengemudi lalu menabrak keras mobil kijang yang berada persis di belakang searah tujuannya, dikemudikan Sunarno, 60, warga Kabupaten Rokan Hilir, Riau, membawa 5 penumpang. Mobil kijang mengalami ringsek berat menghimpit pengemudi dan penumpang lainnya.
Akibatnya, pengemudi kijang Sunarno dan 2 penumpang, JM, 16 pelajar putri, warga Kabupaten Rokan Hulu, Riau serta YHP, 16, pelajar putri, warga Kabupaten Rokan Hilir Riau, meninggal dunia di tempat kejadian sedang 3 penumpang W, 49, S, 65 serta FMN, 12, mengalami luka-luka.
Tidak lama setelah menerima laporan kejadian, Piket Unit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun dipimpin Ipda Yancen Hutabarat tiba mengamankan lokasi dan olah TKP serta mengevakuasi korban.
Yancen Hutabarat memaparkan lagi, ketiga korban meninggal dunia dievakuasi ke Instalasi Jenazah RSUD dr Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar, sedang korban luka-luka W, 49, S, 65 serta FMN, 12, dilarikan ke Puskesmas Tiga Dolok yang kemudian dirujuk ke RS Vita Insani Pematangsiantar.
"Dalam kasus kecelakaan ini kami mengambil langkah penanganan secara profesional dan prosedural, mulai dari menerima laporan, koordinasi, pengecekan dan olah TKP, pengaturan arus lalu lintas, pemotretan TKP, pengamanan barang bukti, pengecekan korban, hingga pelaporan kepada pimpinan. Semua dilaksanakan dengan cepat dan tuntas," ungkap Ipda Yancen Hutabarat menutup keterangannya (bay/bay)

