ULP PLN Pangkalan Susu diminta segera menuntaskan pemasangan baru dua meteran listrik di Lingkungan IV Kampung Sawah, Kecamatan Besitang, Langkat. (Foto mol/ Lesman Simamora)
LANGKAT | Nyaris mencapai enam bulan pemasangan meteran listrik baru tak kunjung beres, membuat pelanggan PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Pangkalan Susu, N. Manalu mengaku kesal dan kecewa, Rabu (25/3/2026).
Siapa yang tidak kecewa berat, kata dia, semua administrasi yang diminta pihak PLN, termasuk pembayaran uang pasangan baru, dan tambah daya sudah dibayar lunas.
"Selaku perpanjangan tangan perusahaan perkebunan kelapa sawit berlokasi di Lingkungan IV Kampung Sawah, Kelurahan Bukit Kubu, Kecamatan Besitang, saya telah menyerahkan uang sebesar Rp 6.300.000 (enam juta tiga ratus ribu rupiah) kepada petugas PLN berinisial A, dengan rincian pemasangan dua meteran baru dan penambahan daya," ujarnya dengan nada kesal.
Ironisnya, beberapa bulan lalu, arus listrik bukan melalui meteran, tapi arus listrik dihubungkan langsung dari sumber (PLN/Utama) ke beban (rumah/perangkat) oleh petugas PLN berinisial A dan beberapa temannya, ucapnya.
Sampai sejauh ini, sambungan langsung arus bebas (sebutan masyarakat) masih tetap dalam kondisi yang sama, tidak ada upaya perbaikan dari pihak PLN, katanya.
Sambungan langsung (arus bebas) berbulan-bulan lamanya, itu bukan tidak mungkin akan menimbulkan bahaya seperti korsleting listrik, ini bagaimana pertanggungjawaban pihak PLN, sambungnya.
Selain, arus bebas listrik berpotensi menimbulkan bahaya, dia juga mengaku terancam kehilangan pekerjaan, jika masalah ini tidak segera dituntaskan pihak PLN, ungkapnya.
Untuk itu, lanjutnya, diminta kepada pimpinan PLN Binjai atau Provinsi Sumut segera melakukan tindakan tegas kepada oknum-oknum yang mengaku petugas PLN memasang dua meteran baru listrik di rumah perkebunan kelapa sawit tersebut, yang hingga kini belum beres , terangnya.
Selain permintaan agar para pihak bertanggungjawab menormalkan kembali dari arus bebas ke meteran , dia juga meminta Manager ULP PLN Pangkalan Susu bertanggung jawab, terkait pemasangan dua meteran baru listrik yang dinilai bermasalah.
Merasa dirinya dipermainkan oknum-oknum yang mengaku petugas PLN, N. Manalu meminta kru Metro Online mendampinginya untuk mempertanyakan masalah tersebut ke ULP PLN Pangkalan Susu.
Menurut orang dalam, oknum A dan S yang memasang meteran tersebut, kini sudah bertugas di PLN Kecamatan Tanjungpura, dan di PLN Tebingtinggi. Menurut sumber tersebut, kedua orang itu bukan pegawai PLN, tapi karyawan kontraktor, ucapnya.
Ketika N Manalu coba menelepon A yang memasang dua meteran di rumah perkebunan tersebut, dengan nada enteng dia meminta untuk menemui seseorang di ULP PLN Pangkalan Susu. "Uang sudah kita serahkan kepada dia,"ujarnya.
Kemudian, N Manalu berupaya menghubungi pria dimaksud, tapi jawabannya tidak jelas, bahkan dia membantah tidak ada menerima uang pemasangan baru meteran listrik dari A.
Manager ULP PLN Pangkalan Susu, saat akan dikonfirmasi kru Metro Online, Rabu (25/3/2026), dia sedang tidak berada di kantornya. Menurut Satpam, Mustafa, bosnya sedang cuti lebaran.(lesman simamora/mp)

