-->

46 Hari Pascabanjir, Kini Warga Langkat Menuggu Bantuan Perbaikan Rumah Dari Pemerintah

Sebarkan:

 


Kapolsek Pangkalan Brandan, AKP Amrizal Hasibuan menerima piagam penghargaan dari Ketua PKK Kabupaten Langkat, atas tindakan kemanusiaan yang dia lakukan menyelamatkan seorang lansia perempuan di Terowongan, Kelurahan Alur Dua, Kecamatan Sei Lepan, pasca banjir. (Foto mol/ Lesman Simamora/ )


LANGKAT | Kabupaten Langkat adalah salah satu daerah yang mengalami dampak cukup parah akibat diterjang banjir bandang, akhir November 2025 lalu. 

Bangunan rumah milik warga yang mengalami rusak parah bahkan ada yang hanyut terdapat di Kecamatan Besitang, Tanjungpura, dan Pangkalan Brandan, Kecamatan Babalan, Sei Lepan, dan lainnya.

Kini warga terdampak yang jumlahnya mencapai ribuan kepala keluarga (KK) yang bangunan rumahnya rusak parah hanyut, rusak sedang, dan ringan di sejumlah kecamatan di Kabupaten Langkat, sedang menantikan batuan perbaikan dari pemerintah.

Setelah warga membersihkan lumpur dengan mengeluarkan tenaga ekstra, bahkan tidak sedikit diantara korban banjir yang terpaksa mengeluarkan uang relatif besar mencapai jutaan rupiah membayar jasa orang lain untuk membersihkan genangan air dan lumpur dari dalam rumah.

"Hanya tinggal pakaian di badan yang bisa dibawa ketika itu, semua harta benda seperti lemari, sopa, tilam, tempat tidur, tv, kulkas, saurat-surat berharga, perabotan, sepedamotor bahkan mobil, dan lainnya terendam air bercampur lumpur tebal," ujar Jhon Simaremare, warga Kelurahan Kampung Lama, Kecamatan Besitang kepada Metro Online.

Karena bangunan rumahnya hancur, ia dan keluarga terpaksa menumpang di rumah sanak famili, dan kini keluarga tersebut menunggu uluran tangan dari pemerintah untuk membangun kembali rumah miliknya.

Mereka yang menanti bantuan, bukan hanya warga yang rumahnya rusak parah atau hanyut. Tapi juga rumah yang rusak sedang dan ringan yang kini sebagian bangunan yang tersisa masih berdiri.

Diantara warga yang selamat dari terjangan banjir bandang dahsyat itu menceritakan perjuangan mereka dan bantuan pihak lain, termasuk bantuan personil kepolisian menyelamatkan mereka.

Salah seorang yang rela berkorban menerobos genangan banjir bandang guna menyelamatkan warga dari kepungan air di Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat yaitu, Kapolsek Pangkalan Brandan, AKP Amrizal Hasibuan MH. 

Meski ketinggian air mencapai setinggi leher orang dewasa ketika itu, tapi AKP Amrizal Hasibuan siap  melakukan tindakan kemanusiaan untuk mengevakuasi korban pada 26 November 2025 lalu.

Aksi heroik, AKP Amrizal bersama beberapa personil yang sempat viral di media sosial saat menyelamatkan seorang lansia perempuan di Terowongan Kelurahan Alur Dua, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat. Hal ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak termasuk Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Langkat, Ny. Endang Kurniasih, Syah Afandin. 

Pada kesempatan dan waktu yang tepat, Ketua PKK Kabupaten Langkat, Ny. Kurniasih didampingi Camat Sei Lepan, M. Iqbal Ramadhan SE turun langsung ke Mapolsek Pangkalan Brandan, seraya memberi apresiasi dan piagam penghargaan kepada Kapolsek Pangkalan Brandan, AKP Amrizal Hasibuan. 

AKP Amrizal Hasibuan mengucapkan terimakasih atas kunjungan Ketua PKK Kabupaten Langkat, Ny. Kurniasih, dan Camat Sei Lepan, Iqbal Ramadhan. 

"Sesuai arahan Bapak Kapolri, setiap anggota kepolisian harus siap memberikan pertolongan kemanusiaan, dan itu juga yang membuat kita semangat," ujarnya kepada kru Metro Online, Jumat (9/1/2026).(lesman/mp)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini