Lagi 'Kado' Tahun Baru 2023, Tim Tabur Kejagung Bekuk Direktur PT Bunga Tanjung Raya

Sebarkan:

 


Terpidana Musashi Pangeran Batara (atas) saat dibeluk tim Tabur dan WN Singapura, Wenhai Guan. (MOL/Ist)




JAKARTA | Lagi 'kado' tahun baru 2023 menghampiri jajaran kejaksaan. Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung RI berhasil membekuk Musashi Pangeran Batara selaku Direktur PT Bunga Tanjung Raya (BTR), Rabu malam tadi (11/1/2023) sekira pukul 23:25 WIB.


Kapuspenkum Kejagung RI Dr Ketut Sumedana, Kamis (12/1/2023) menyebutkan, Musashi Pangeran Batara merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) jadi terpidana 5 tahun penjara terkait perkara tindak pidana korupsi.


"Terpidana berhasil diamankan tim Tabur dari di Kelurahan Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur. Yang bersangkutan DPO asal Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo, katanya.


Musashi Pangeran Batara tersandung tindak pidana korupsi terkait pekerjaan paket pengaspalan jalan tahun anggaran 2013 – 2015 dengan kerugian negara sebesar Rp1,5 miliar. 


Pengadilan Tinggi (PT) Jambi menguatkan putusan Pengadilan Tipikor Jambi yang menjatuhkan hukuman 5 tahun penjara terhadap Musashi Pangeran Batara.


Terpidana juga diganjar pidana denda Rp300 juta subsidair (bila denda tidak dibayar maka diganti dengan kurungan selama) 2 bulan. 


Sedangkan di tingkat kasasi, Mahkamah Agung (MA) RI tertanggal 19 Oktober 2021, menolak permohonan kasasi terpidana.


Tal Koperatif


Di bagian lain mantan Kajati Bali itu mengatakan, saat akan diamankan, terpidana tidak kooperatif dengan cara melarikan diri ke atas genting rumah warga sehingga menarik perhatian dan membuat marah warga di sekitar rumah terpidana. 


"Selain itu, keluarga terpidana juga tidak kooperatif dengan berupaya menghalangi tim mencari terpidana di sekitar rumahnya dan mengusir tim dari halaman rumahnya dengan alasan mengganggu kenyamanan pemilik rumah," urainya.


Musashi Pangeran Batara diamankan karena ketika dipanggil secara patut untuk dieksekusi menjalani putusan, tidak datang memenuhi panggilan kejaksaan dan dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). 


Setelah berhasil diamankan, tim langsung membawa terpidana menuju Kejari Tebo untuk dilaksanakan eksekusi.


Melalui program Tabur Kejaksaan, Jaksa Agung meminta jajarannya untuk memonitor dan segera menangkap buronan yang masih berkeliaran untuk dilakukan eksekusi untuk kepastian hukum. 


Jaksa Agung mengimbau kepada seluruh Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan.


WN Singapura


'Kado' pertama, Senin (9/1/2023) berkat kolaborasi tim Tabur Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau (Kejati Kepri) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam yang berhasil mengamankan terpidana 6 bulan penjara, Wenhai Guan.


Warga negara (WN) Singapura tersebut merupakan DPO Kejari Jakarta Utara (Jakut) terkait perkara penganiayaan yang sudah berkekuatan hukum tetap.


Berawal dari diterimanya informasi dari Kantor Imigrasi Batam bahwa terpidana masuk ke Batam melalui Pelabuhan Batam Center dan terdata sebagai Red Notice dari Interpol dan juga terdata sebagai DPO Kejari Jakut.  


Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Kepri Dr Lambok Sidabutar pun bereaksi cepat. Bersama tim Tabur Kejati dan Kejari Batam, Wenhai Guan berhasil dibekuk dan selanjutnya diserahkan ke Kejari Jakut via bandara udara (bandara) menggunakan pesawat Citilink guna dieksekusi. Demikian Kasi Penkum Kejati Kepri Nixon Lubis dalam pers rilisnya. (ROBERTS)










Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini