Remaja Pembunuh David Simaremare Ditangkap Polsek Medan Timur

Sebarkan:
Tersangka


MEDAN | Seorang remaja berinisial DAS (16) warga Jalan Karantina Asrama TNI Glugur Hong Blok F Kelurahan Sidorame Barat I, Kecamatan Medan Perjuangan usai menikam David Weren Christoper Simaremare (29) warga Jalan Prajurit Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur hingga tewas.

Kapolsek Medan Timur Kompol Rona Tambunan melalui Kanit Reskrim Iptu Japri Simamora yang dikonfirmasi wartawan, Jumat (14/10) malam membenarkan adanya prnangkapan terhadap pelaku pembunuhan. Dijelaskan Kanit, penangkapan terhadap pelaku tak sampai 2 jam di Asrama TNI Glugur Hong pada, Kamis (13/10) malam.

"Dari hasil pemeriksaan dan dan interogasi terhadap pelaku, sebelum terjadinya pembunuhan, Kamis sekira pukul 20.15 WIB teman pelaku diantaranya Ra, ES, Far dan beberapa orang lagi sedang bermain serta menonton pertandingan catur di rumah TA Jalan Prajurit," ujarnya.

Tak lama sambung Kanit, Pelaku DAS menemui teman-temannya guna menanyakan apakah mereka ada dipukul oleh korban David. Beberapa rekan pelaku mengaku ada diduga dipukul oleh korban. Pelaku lalu mengajak teman-temannya menuju ke Depot Air Simaremare untuk menemui korban guna menyelesaikan permasalahan itu.

"Setibanya DAS dan rekan-rekannya di lokasi, mereka bertemu dengan saksi yang juga penjaga depot air, Toto sehingg terjadi cekcok mulut. Tak lama Toto menghubungi temannya. Beberapa saat kemudian teman Toto datang ke lokasi dan juga terlibat cekcok dengan pelaku. Di saat bersamaan korban tiba di lokasi dan diduga langsung melempar helm ke arah pelaku dan temannya karena membuat keributan," ungkapnya.

Lanjut Kanit, korban langsung memukul wajah pelaku hingga 2 kali. Dengan spontan pelaku dan temannya melarikan diri ke Simpang Jalan Bukit barisan. Selanjutnya ES menghubungi temannya untuk minta bantuan. Setelah itu DAS dan kawan-kawannya kembali lagu mendatangi depot air untuk menyelesaikan permasalahannya demgan korban.

"Namun sebelum tiba di depot, pelaku dan temannya menunggu di Jalan Prajurit, serta meminta Ra menuju ke lokasi. Saat bertemu dengan korban dan keluarganya, Ra mengatakan bagaimana permasalahan terkait temannya yang dipukuli korban. Saat itu ibu korban meminta Ra agar yang terpukul dibawa ke lokasi," jelasnya.

Ditambahkan Kanit, Ra kemudian memanggil DAS agar datang ke depot. Setelah itu pelaku dan temannya bergerak menuju ke lokasi. Namun pelaku diduga dipukuli oleh korban dan teman-temannya. Dengan spontan pelaku mengeluarkan pisau dari balik pinggangnya dan langsung menikam tubuh korban tepat di ulu hati.

"Korba langsung tewas terkapar bersimbah darah. Sedangkan pelaku saat itu juga melarikan diri. Warga kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Medan Timur. Kapolsek, saya dan personel Reskrim langsung bergerak ke lokasi guna melakukan olah TKP dan pengejaran terhadap pelaku," terangnya.

Masih dikatakan Kanit, tak sampai 2 jam pelaku berhasil dibekuk tak jauh dari lokasi. Turut disita barang bukti pisau yang digunakan pelaku untuk menikam korban. Motif pelaku dendam kepada korban karena telah dianiaya.

"Pelaku dijerat dengan Pasal 338 dan atau 351 Ayat 3 KUHPidana dengan ancaman penjara di atas 10 tahun," pungkasnya.(ka)


Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini