Sempat Buron, Rekanan Pembangunan Waserda Dolokmasihul Divonis 4 Tahun

Sebarkan:

 

Majelis hakim diketuai Immamuel Tarigan saat membacakan amar putusan. (MOL/ROBERTS)



MEDAN | M Umbar Santoso alias Cecep selaku rekanan proyek pembangunan Pasar Warung Serba Ada (Waserda) di Kecamatan Dolokmasihul pada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) TA 2008 lewat persidangan virtual, Senin (22/8/2022) di Cakra 9 Pengadilan Tipikor Medan divonis 4 tahun penjara.


Selain itu, terdakwa juga dihukum membayar denda Rp200 juta subsidair (bila denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana) 2 bulan kurungan.


Hakim ketua Immanuel Tarigan didampingi anggota majelis Eliwarti dan Rurita Ningrum dalam amar putusannya menyatakan sependapat dengan JPU dari Kejari Sergai Ardiansyah Hasibuan.


Dari fakta-fakta hukum terungkap di persidangan, terdakwa diyakini terbukti bersalah melakukan tindak pidana Pasal 2 jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana, sebagaimana dakwaan primair JPU. 


Yakni menyuruh atau melakukan tindak pidana secara bersama-sama memperkaya diri sendiri, orang lain dalam hal ini Aliman Saragih (terpidana berkas penuntutan terpisah) ketika itu menjabat sebagai Kepala Disperindagkop Kabupaten Sergai dan almarhum Gatot selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).


Hasil audit kerugian keuangan negara dari Badan Pengawasan dan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sumut, telah terjadi kelebihan bayar pekerjaan proyek.


Walau pekerjaan pembangunan Waserda senilai Rp3,7 miliar tidak selesai dikerjakan dan terjadi kekurangan volume pekerjaan di tahap perencanaan dan pengawasan, namun almarhum Aliman saragih menyetujui Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) menyetujui pembayaran progres pekerjaan seolah telah 100 persen.


Hal memberatkan, perbuatan terdakwa tidak sejalan dengan program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan tidak mengembalikan kerugian keuangan negara Rp361.583.915. Keadaan meringankan, lanjut Immanuel, terdakwa berterus terang, bersikap sopan dalam persidangan dan menyesali perbuatannya.


UP


Oleh karenanya M Umbar Santoso alias Cecep selaku Direktur PT Duta Utama Sumatera (DUS) juga dihukum dengan pidana tambahan membayar uang pengganti (UP) kerugian keuangan negara sebesar Rp361.595.915,92.


Dengan ketentuan, sebulan setelah perkaranya berkekuatan hukum tetap, maka harta benda terpidana disita kemudian dilelang. Bila nantinya juga tidak mencukupi menutupi UP dimaksud maka diganti dengan pidana 2 tahun penjara.


Vonis hakim lebih rendah 6 bulan dari tuntutan JPU Ardiansyah Hasibuan. Sebab sebelumnya terdakwa dituntut agar dipidana 4,5 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsidair 3 bulan serta membayar UP Rp361.583.915 subsidair 3 tahun penjara.


Baik JPU maupun terdakwa dan penasihat hukumnya (PH) Intan Simanullang sama-sama memiliki hak selama 7 hari untuk menentukan sikap. Apakah menerima putusan yang baru dibacakan atau banding.


Pemenang Tender


Sebelumnya, Ardiansyah Hasibuan didampingi Darwin Silaban dalam dakwaan menguraikan, PT DUS merupakan rekanan pemenang tender pada pembangunan Pasar Waserda Dolok Masihul dengan total pagu anggaran Rp3,7 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sergai TA 2008. 


Dalam perkara korupsi tersebut mantan Kepala Dinas (Kadis) Perindagkop Kabupaten Sergai Aliman Saragih lebih dulu disidangkan juga di Pengadilan Tipikor Medan dan sudah menjalani masa hukuman. 


Namun terdakwa M Umbar Santoso alias Cecep sempat menjadi buronan selama 3,5 tahun kemudian berhasil dibekuk tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejati Sumut dari kediamannya di bilangan Komplek Perumahan Graha Banguntapan, Kelurahan Jambidan, Kecamatan Banguntapan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu petang (2/2/2022) lalu. (ROBERTS)




Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini