Tim Gabungan Polres Binjai Gagalkan Peredaran 13 Kg Sabu ke Kota Medan

Sebarkan:


BINJAI | Tim gabungan personel Polres Binjai berhasil menggagalkan peredaran 13 kilogram narkotika jenis sabu-sabu yang dikemas kedalam kemasan teh China.


Belasan sabu-sabu ini disita dari tangan pria asal Aceh berinisial YI (39). Tersangka ditangkap petugas di jalan Tengku Amir Hamzah Desa Tandem Hulu-2 Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang.


Kapolres Binjai, AKBP Ferio Sano Ginting didampingi Kasat Narkoba AKP Firman Imanuel PA, SH dan Kanit Pidum, Iptu Hotdiatur serta Kasi Humas, Iptu Junaidi membeberkan kronologis pengungkapan kasus narkotika lintas provinsi yang menargetkan kota Medan sebagai tempat peredarannya.


"Setelah Tim bekerja selama 2 hari, tepatnya hari minggu tanggal 5 Desember 2021 sekira pukul 15.30 wib, Tim mendapatkan informasi yang menyatakan bahwa adanya seorang laki-laki berangkat dari Lhok Seumawe dengan menggunakan bus jenis L.300 yang dicurigai sedang membawa barang jenis narkotika," bebernya, Selasa (14/12/21).


Setelah menerima informasi, sambungnya lagi," Tim melakukan penyelidikan, kemudian sekira pukul 16.00 wib, petugas melakukan penangkapan terhadap tersangka. Kami turut mengamankan satu buah tas berwarna biru berisi 13 kilo narkotika jenis sabu-sabu terbungkus plastik teh cina. Setelah diintrogasi, pelaku mengakui barang tersebut adalah miliknya.



Turut diamankan 1 buah tas warna biru, 1 unit HP android merk Oppo, 1 unit HP merk Nokia, 1 buah dompet kulit warna coklat merk Levis, 2 buah kartu BSI, 1 lembar SIM dan 1 lembar KTP atas nama Yuniar Iskandar.


Kapolres Binjai AKBP Ferio Sano Ginting, mengatakan berkat kerjasama antar Satreskrim dan Satnarkoba maka peredaran sabu dapat digagalkan dan berhasil menyelamatkan sekitar 130 ribu orang dari penyalahgunaan.


"Pelaku mengaku sudah 2 kali melakukan pengiriman narkoba, pertama 2 kilo dan 4 kilo yang kedua. Tersangka meraup upah sebesar 35 juta sebagai kurir. Sabu ini berasal dari cina melalui jalur tikus melewati Malaysia yang akan diedarkan ke Indonesia," terang Ferio, didampingi Kasi Humas Iptu Junaidi.


"Kami apresiasi masyarakat yang turut memberikan informasi sehingga pengiriman narkotika dapat digagalkan petugas kepolisian. Meskipun disatu sisi kita prihatin lantaran gencarnya narkotika masuk ke  kawasan kita, untuk itu kita harus putuskan lingkaran nya," pungkasnya.


Atas perbuatannya, tersangka YI, dikenakan pasal 114 ayat 2 subs 112 ayat 2 UU RI. No. 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini