Beredar Surat Pemeriksaan Kades Beringin, Asintel Kejatisu Membantah

Sebarkan:

Bangunan ruko tanpa IMB diatas lahan HGU PTPN II Kebun TGPM Desa Emplasemen Kualanamu Kecamatan Beringin Kabupaten Deliserdang.

DELISERDANG |
Pihak Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dikabarkan memeriksa Kepala Desa Emplasemen Kualanamu Kecamatan Beringin Kabupaten Deliserdang dan pejabat PTPN II terkait dugaan tindak pidana korupsi penjualan lahan Hak Guna Usaha di Kebun TGPM (Tanjung Garbus Pagar Merbau) PTPN II.

Pemeriksaan terhadap Kepala Desa Emplasemen Kualanamu Kecamatan Beringin berinisial KK itu didapat Metro Online, berdasarkan beredarnya surat panggilan pemeriksaan no.290./L.2.3/Dek.1/05/2021 berisikan permintaan keterangan yang diminta oleh penyidik Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Jaksa berinisial MZT.

Pemeriksaan terhadap dugaan tindak pidana korupsi terhadap lahan HGU PTPN II ini menindaklanjuti Surat Perintah Penyidikan Operasi dari Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara no.SP.OPS.04/L.2/Dek.1/04/2021.

Namun terkait hal ini, Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Dwi Setyo Budi Utomo SH.MH, saat dikonfirmasi Metro-online.co membantah adanya pemeriksaan terhadap orang orang yang dimaksud.

Sementara itu, ketika dicari keberadaannya di Kejati Sumut, jaksa MZT tidak berada di tempat. Menurut informasi, dianya tidak ada masuk kantor. Hanya saja disebutkan sumber yang layak dipercaya, MZT hanyalah jaksa biasa. Bukan oknum pejabat Intel Kejatisu seperti yang santer terdengar di lapangan, termasuk yang disebutkan dalam surat undangan permintaan keterangan tertanggal 6 Mei 2021 tersebut.

Sementara itu, terkait hal ini pula Koordinator Humas Kantor Direksi PTPN II, Sutan Panjaitan saat dikonfirmasi terkait hal ini, Rabu (12/05/2021) juga mengaku belum mendapatkan informasi adanya pejabat PTPN II yang diperiksa Kejatisu terkait hal yang dimaksud. "Belum ada informasi," ujarnya singkat.

Sekedar informasi, dari pemberitaan sebelumnya diketahui memang Lahan Eks HGU PTPN II Kebun Tanjung Garbus Pagar Merbau (TGPM) PTPN II yang terdapat di Desa Emplasemen Kualanamu Kecamatan Beringin Kabupaten Deliserdang ini, memang santer berbau amis aroma Korupsi.

Pasalnya,pelepasan aset PTPN II berdasarkan SK BPN tahun 2010 lalu yang dilepas dari HGU itu, tersebutkan adalah 18 hektar yang disuguhkan atas permintaan pensiunan karyawan PTPN II. Lahan Eks HGU PTPN II itupun berupa rumah rumah karyawan yang sudah ditempati oleh anak cucu eks karyawan PTPN II yang dimaksud.

Tapi anehnya, dengan alasan pelepasan lahan Eks HGU seluas 18 hektar ini, malah menjadi ajang pengalihan objek oleh sejumlah oknum dan mafia tanah. Alhasil, lahan yang masih ditumbuhi tanaman Kelapa Sawit PTPN II itu kini dibangun tembok tembok ratusan meter dan belasan ruko.

Beberapa oknum menjadi kaya mendadak dari hasil jual beli tanah negara ini. Ironisnya, pihak PTPN II sendiri mengaku menerima pembayaran SPS atas lahan yang digarap tersebut.

Lahan HGU PTPN II Kebun TGPM di Desa Emplasemen Kualanamu Kecamatan Beringin Kabupaten Deliserdang terus menjadi sorotan publik, sejak Anggota DPRD Deliserdang melakukan Rapat Dengar Pendapat ( RDP) dengan mengundang penggarap, PTPN II, Kepala Desa, Camat, Satpol PP Deliserdang, Dispenda, BPN dan pihak pihak terkait lainnya beberapa waktu lalu.

Dalam RDP itu disebutkan oleh BPN bahwa Bangunan Ruko dan Ratusan meter tembok berdiri di atas lahan HGU PTPN II aktif. Tidak termasuk pada arsir yang dilepaskan dari HGU seluas 18 hektar.

Atas hal ini, DPRD meminta pemilik bangunan untuk mengurus IMB secara resmi. Namun pemilik bangunan liar ini mengaku mau mengurus IMB tapi tidak punya SHM. Karena syarat mengurus IMB adalah memiliki SHM atas lahan itu.

Singkat cerita, kasus ini mengambang begitu saja meski dalam RDP di putuskan untuk membongkar bangunan liar diatas lahan HGU PTPN II tersebut.(wan)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini