Penghuni Lapas Kelas IIB Salambue Kota Padangsidimpuan Didominasi Narapidana Kasus Narkoba

Sebarkan:


PADANGSIDIMPUAN
| Sebanyak 787 tahanan atau narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIB Salambue Kota Padangsidimpuan, 80 persen adalah merupakan tahanan kasus narkoba.

Banyaknya tersangka sasus narkoba narapidana penghuni lapas salambue, menandakan Indonesia masih dikatakan darurat narkoba, hal ini menunjukkan masih merajalelanya narkoba dikalangan masyarakat khususnya para generasi bangsa.

Kepala lapas kelas II B Salambue Kota Padangsidimpuan Indra Kesuma kepada Metro-online.co mengatakan, bahwa narapidana penghuni lapas Salambue paling banyak tersangka Kasus narkoba.

Adapun jumlah total tahanan atau narapidana di lapas kelas IIB Salambue yakni, 787 orang. Narapidana atau tahanan perempuan berjumlah 14 orang dan laki - laki 773 orang.

"Dari jumlah 787 warga binaan tersebut lebih kurang 600 orang lebih narapidana kasus narkoba dan ada berkisar 80 persen dan selebihnya adalah narapidana kasus diluar narkoba," jelas Indra yang baru menjabat kalapas kelas IIB Salambue ini kepada metro-online.co, Rabu, (24/02/2.21).

Tidak itu saja dikatakan Indra, bahwa penghuni lapas juga sudah melebihi kapasitas daya tampung lapas kelas IIB Salambue Kota Padangsidimpuan. Seharuanya kapasitas lapas sebanayak 456 orang namun jumlahnya daya tampungnya sudah melebihi kapasitas menjadi 787 orang penghuni.

Kemudian ketika dipertanyakan selain over kapasitas, permasalahan apa lagi yang menjadi kendala didalam lapas ? Indra menyebutkan bahwa ada beberapa permasalahan yang menjadi kendala didalm lapas, yakni, masalah air, listrik, makan dan masalah mental pegawai. Jika masalah tersebut tercukupi dikatakannya maka kondisi lapas itu akan bisa kondusif.

"Jika air, listrik, makan dan mental pegawai tercukupi mudah - mudahan kondisi lapas akan kondusif. Maka tidak ada lagi yang lari, tidak ada lagi yang ribut dan tidak ada lagi saling gesek, maka tugas kitalah disini melakukan pembinaan dan satu lagi warga binaan itu harus diperbanyak kegiatan. Intinya kita buat bagaimana lapas ini bisa lebih baik lagi," ungkapnya.

Dalam hal ini Ia berharap semua pihak yang terkait ikut serta berperan membantu setiap permasalahan dan kendala yang tetrjadi serta mendukung kegiatan maupun program yang akan dilaksanakan di dalam lapas.

Selain itu pihaknya juga siap menerima kritik dan saran yang bersifat membangun demi kebaikan lapas.

"Pelan - pelan kita akan melakukan pembenahan, baik itu fasilitas, SDM atau warga binaanya. Jika ada kendala dilapangan kami hanya manusia biasa, mohon koordinasi yang bagus, kami siap menerima kritik dan saran yang bersifat membangun," pungkasnya, (Syahrul/REM)


Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini