-->

Pedagang Ikan di Cemara Medan Disiram Air Keras di Tembung

Sebarkan:


MEDAN
| Fery Ardiansyah (25) seorang pedagang ikan yang seharinya berjualan di Pajak Ikan Cemara Medan, nyaris tewas setelah tubuhnya disiram air keras di Jalan Budi Utomo Kecamatan Medan Tembung, Minggu (6/12/2020).


Akibat siraman air keras tersebut, korban mengalami luka parah di bagian kepala dan badannya. Korban kini juga masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Imelda Medan, Selasa (8/12/2020).

Ayah korban, Erwin Syamsah (61) warga asal Aceh Timur menjelaskan kejadian bermula ketika pacar korban yang karib dipanggil Caca datang menjumpai Ferry di kosnya Jalan Budi Utomo Medan Tembung, Minggu tengah malam sekitar pukul 23.00 WIB.

"Caca (pacar korban) datang bersama pria lain, datang ke kos anak saya meminta kunci kosnya," kata Erwin.

Setelah bertemu dengan pacarnya, korban lalu menyerahkan kunci kos pacarnya yang lokasinya berdekatan dengan kos korban. Setelah mendapatkan kunci kosnya, sang pacar lalu beringsut dari kos korban, dengan mengendarai sepedamotor bersama pria lain.

Ayah korban melanjutkan, karena curiga pacarnya pergi dengan pria lain, korban lalu menyusul dan mengikuti menaiki sepedamotor Honda Scoopy ke kos pacarnya.

"Dari rekaman CCTV sesampainya di kos pacarnya, korban sempat berkomunikasi. Sedangkan pria yang membonceng pacar korban langsung pergi ke arah timur," kata Erwin.

Tak lama berselang, Fery langsung bergerak mengendarai sepedamotor ke arah pria tersebut pergi. 

"Pas anak saya bergerak naik sepedamotor, sekitar 30 meter dari depan gang kos pacarnya, dua orang pria berboncengan ketika papasan dengan korban menyiramkan air keras ke badan korban," katanya.

Sontak, korban menggelupur kesakitan terkena siraman air keras. Paman korban yang melihat kejadian ini lalu melarikan korban naik sepedamotor ke Rumah Sakit Imelda Jalan Bilal Medan.

Terkait Cinta Segitiga

Ayah korban menduga aksi penganiayaan berat yang dialami anaknya ini ada hubungannya dengan hubungan asmara. 

"Kalau prasangka ya mungkin karena cinta segitiga. Anak saya dan Caca baru dua minggu pacaran," kata Erwin.

Ia mengatakan atas kejadian ini, korban mengalami luka parah dan masih sekarat. "Hari ini mau menjalani operasi, lukanya parah sekali," ungkap Erwin.

Kasus ini juga telah dilaporkan ke pihak Polsek Percut Sei Tuan. Pihak keluarga berharap pelakunya segera ditangkap.

Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan Iptu JH Panjaitan menjelaskan pihaknya telah menerima laporan korban dan saat ini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini. (ka) 
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini