-->

Dua Kubu, Ormas F.SPTI- K.SPSI Langkat Nyaris Bentrok

Sebarkan:

 


LANGKAT | Akibat adanya dua kepengurusan dalam satu daerah, Ormas F.SPTI- K.SPSI Langkat kubu pimpinan Sajarahta Sembiring dan kubu pimpinan Terbit Rencana. PA yang juga Bupati Langkat nyaris bentrok, Senin (21/12/20).

Peristiwa ini dipicu saat F.SPTI- K.SPSI pimpinan Sajarahta Sembiring memberhentikan kendaraan galian C tanah timbun yang keluar dari Desa Bulu Telang, Kecamatan Padang Tualang. Namun aksi tersebut mendapat perlawanan dari F.SPTI- K.SPSI pimpinan Terbit Rencana, PA. Karena kalah massa, pihak F.SPTI- K.SPSI kubu Sajarahta Sembiring meminta bantuan kepada Samsul Tarigan yang merupakan penasehat F.SPTI- K.SPSI kubu Sajarahta Sembiring.

Dari situ, Samsul Tarigan akhirnya menurunkan anggotanya sebanyak 48 orang yang dilengkapi dengan berbagai jenis senjata tajam menuju ke arah Kec. Padang Tualang untuk melakukan penyerangan terhadap F.SPTI- K.SPSI pimpinan Terbitan Rencana, PA.

Namun sesampai di Pasar 10 Tanjung Beringin, langkah mereka terhenti oleh pihak kepolisian Polres Langkat yang saat itu melakukan sweeping antisipasi pergeseran massa dari kelompok F.SPTI- K.SPSI  menuju Wilkum Polsek Padang Tualang Kab.Langkat.

Dari hasil sweeping ini, polisi berhasil mengamankan satu unit truk berwarna loreng F.SPTI- K.SPSI yang mengakut 48 orang, satu unit mobil dauble cabin, satu unit mobil Avanza serta puluhan senjata tajam seperti samurai, golok dan pisau.

Kapolres Langkat AKBP Edi Suranta Sinulingga SIK saat dikonfirmasi membenarkan perihal diamankanya puluhan preman berseragam organisasi tersebut.

"Semuanya masih menjalani pemeriksaan. Besok akan kita paparkan semua. " ujar Kapolres. 

Sementara, Ketua DPC F.SPTI - K SPSI Kabupaten Langkat Sejarahta Sembiring SH membantah dugaan kerusuhan tersebut. "Ada syukuran di PUK Tanjung Selamat pagi tadi. Jadi, anggota dari Binjai dan Bingai mau berangkat kesana. Gak ada kami buat kerusuhan," beber Sejarahta.

Kalau mau buat keributan, kata Sejarahta, pihaknya tak akan menggunakan mobil 'dinas'. "Tujuan naik mobil dinas, agar pihak perusahaan yang akan dikunjungi tahu bahwa kami memiliki legalitas yang sah dan senjata tajam itu memang kebetulan ada di mobil, tanpa dengan sengaja kami bawa," pungkasnya. (Tim).

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini