-->

Warga Resah, Pengunjung Mangat Kupi Yab Kumis Tidak Patuhi Protokol Kesehatan

Sebarkan:



Suasana ratusan pengunjung kafe Mangat Kupi Yab Kumis, Minggu malam (1/11/2020) di Jalan Air Bersih simpang Jalan Rela, Medan Kota yang kira mematuhi prokes. (MOL/RobS)


MEDAN | Usaha kafe Mangat Kupi Yab Kumis di Jalan Air Bersih simpang Jalan Rela, Kelurahan Sudirejo I, Kecamatan Medan Kota jadi momok dan dikhawatirkan bisa menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. 


Informasi warga setempat, hampir setiap hari sekira ratusan pengunjung sama sekali tidak mengindahkan protokol kesehatan (prokes).


Hasil penelusuran di lokasi, Minggu malam (1/11/2020) sebagian besar pengunjung terutama kalangan remaja tidak menggunakan masker. Tidak ada sarana tempat mencuci tangan dan tidak ada jarak sesama pengunjung.


"Siang, malam ramai kali di sini Pak," kata salah seorang pengunjung Boru Simanjuntak, warga Jalan Menteng VII Medan yang mengaku sudah beberapa kali mampir di Mangat Kupi Yab Kumis bersama temannya sesama mahasiswi.


Resah


Sementara itu M Siregar, salah seorang tokoh masyarakat.di Jalan Air Bersih Medan didampingi Zulkifli Siregar, Senin (2/11/2020) menyatakan, warga sekitar kafe Mangat Kupi Yab Kumis belakangan ini merasa resah. Oknum pengusaha kafe terkesan tidak peduli dengan kesehatan warga sekitar. 


Pengunjung tidak pakai masker, tidak cuci tangan sebelum masuk kafe dan tidak ada jarak sesama pengunjung merupakan pemandangan yang biasa. Bila dibiarkan bukan tidak mungkin menjadi klaster baru penyebaran Covid di-19 di daerah tersebut.


"Kami warga di seputaran Mangat Kupi juga resah dengan dan terganggu dengan sampah kafe yang dibuang tidak pada tempatnya dan sound system keras sampai tengah malam. Parkir kendaraan roda 2 dan 4 sering buat jalanan macet," timpal Zulkifli Siregar.


Pria terbilang kurus paruh baya berkumis tebal yang duduk di kursi kasir saat dikonfirmasi tentang kondisi kafe jauh dari prokes tampak dingin memberikan komentar.


"Masyarakat semua kan sudah tahu Bang (tentang protokol kesehatan, red)," katanya.


Di bagian lain, Kepling setempat Sugiharto ketika ditanya lewat sambungan WhatsApp (WA) apakah ada menerima laporan keberatan warga, akan meneruskan aspirasi warga ke pihak pengusaha kafe. Ketika akan buka, imbuhnya, pengusaha kafe juga sudah diingatkan agar memperhatikan prokes.

 

Tindaklanjuti


Sementara itu Asisten Administrasi Umum Setda Kota Medan Renward Parapat yang dikonfirmasi wartawan lewat sambungan ponsel mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan warga tersebut.


"Sudah kita teruskan ke Satpol PP Kota Medan dan akan segera ditindaklanjuti. Kafe-kafe lain juga akan ditindaklanjuti bila tidak memperhatikan prokes," urainya.


Hal senada juga diungkapkan Ardhani, staf Bagian Penindakan Satpol PP Kota Medan. "Dalam waktu tim akan kita turunkan ke lokasi Pak," tegasnya lewat sambungan WA. (RobS)


Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini