-->

Dengan JKN-KIS, Warga Paluta Ini Tetap Merasa Nyaman dan Sehat di Masa Pandemi Covid-19

Sebarkan:


PALUTA
|Pada awal Maret 2020, Indonesia mulai menghadapi pandemi virus corona (Covid-19) yang dimana pandemi ini mengubah kehidupan manusia mulai menjadi kehidupan yang tidak biasa dilakukan.


Sebelumnya, virus corona pertama kali ditemukan di Kota Wuhan tepatnya di negara China pada akhir Desember 2019 lalu. Sehingga, pandemi ini memberikan dampak yang luar biasa bagi setiap sektor diseluruh belahan Dunia.

Salah satunya yang paling menonjol adalah dampak ekonomi pada masyarakat. Hal itu jugalah yang dirasakan oleh Fitri, salahsatu peserta Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) asal Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) akibat pandemi Covid-19.

Fitri mengaku, saat ini telah merasakan imbasnya dan perekonomian rumah tangganya sangat terbebani.

Tidak hanya itu saja, Fitri juga harus menggunakan uang simpanannya untuk membeli masker dan hand sanitizer, dalam mendukung protokol kesehatan dalam penerapan new normal.

“Saya ibu bersama empat orang anakku, memang kewalahan dengan adanya wabah ini. Kalau dulu tidak ada pengeluaran tambahan, sekarang kemana-mana harus pakai masker dan sedia handsanitizer. Sementara kita juga punya kebutuhan lain, untuk biaya rumah tangga, kebutuhan anak, sampai kepeluan kesehatan,” tutur Fitri saat menceritakan keluhannya, Rabu (14/10/2020).

Untuk mengantisipasi dan memastikan keluarganya tidak terpapar Covid-19 biasanya seseorang akan lebih sering memeriksakan diri ke dokter. Trutama apabila mengalami sakit yang mirip dengan gejala Covid-19.

Adapun gejala apabila terpapar virus corona tersebut diantaranya, seperti demam diatas 37,9 °C disertai sakit pernafasan, seperti sesak, batuk, pilek, ataupun sakit tenggorokan.

Meskipun kasus baru Covid-19 tidak selalu menunjukkan tanda-tanda demikian. Fitri mengungkapkan, untuk biaya berobat sebenarnya dirinya sama sekali tidak merasa kesulitan.

Karena katanya, sejak lama keluarganya telah menjadi peserta JKN-KIS dan hanya berkewajiban membayar iuran bulanan untuk menikmati pelayanan jaminan kesehatan.

Sebab dengan demikian, Kapan pun dia perlukan dapat segera berkonsultasi dengan dokter di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Sehingga katanya keluarganya terhindar dari rasa was-was dan khawatir.

“Kita tidak hanya daftar, bayar, tapi kita sering di pakai juga kok sampai sekarang. Malah terakhir operasi lahiran dua anak laki-laki kembar kami semuanya dibiayai BPJS (program JKN-KIS). Alhamdulillah, pengeluaran untuk kesehatan kita tidak perlu terlalu dipikirkan lagi,” ungkap pegawai sekretariat Daerah Kabupaten Paluta ini. (Syahrul/Ginda)




Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini