-->

Puluhan Massa Demo Tuntut Kajari Deliserdang Dicopot

Sebarkan:
Massa demo tuntut Kajari Deliserdang dicopot
DELISERDANG | Puluhan massa yang mengaku mewakili suara masyarakat Kabupaten Deliserdang melakukan aksi unjuk rasa, tepatnya di depan pintu gerbang kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Deliserdang, Selasa (29/9/2020) pagi.

Elemen masyarakat Kabupaten Deliserdang ini mengusung sejumlah poster dan spanduk yang bertuliskan kecaman terhadap kinerja Kejari Deliserdang dalam memberantas tindak pidana korupsi di Kabupaten Deliserdang.

Massa menuntut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Deliserdang Teguh Wardoyo untuk mundur atau dicopot dari jabatannya.

"Kami menilai bahwa selama menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Deliserdang Teguh Wardoyo tidak memiliki dedikasi yang baik untuk mengusut sejumlah kasus dugaan korupsi di Kabupaten Deliserdang, baik dari instansi desa hingga jajaran di SKPD Pemkab Deliserdang. Kami minta Kejari Deliserdang karena tidak mampu memberantas korupsi di Kabupaten Deliserdang ini sebaiknya dicopot," ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Samsul, warga Kabupaten Deliserdang yang mengatakan sejumlah kasus dugaan korupsi banyak menjadi bahan pembicaraan masyarakat diantaranya kasus lahan HGU PTPN II di Desa Emplasemen Kualanamu, Kejari Deliserdang juga dinilai tutup mata.

"Begitu gampangnya para mafia mengambil lahan HGU PTPN II, tentunya ada oknum-oknum tertentu yang mengambil keuntungan di tempat itu, tapi begitu masyarakat yang memperjuangkan hanya untuk tapak rumah mereka saja. Aparat kita ini cepat sekali memproses dan memenjarakan rakyat kecil, dimana keadilan itu?," keluh Samsul.

Terkait desakan sejumlah elemen masyarakat Kabupaten Deliserdang untuk pencopotan Kejari Deliserdang juga bukan tanpa alasan. Terlebih lagi dengan dugaan kasus perizinan tower yang disebut-sebut melibatkan Kejari Deliserdang hingga diperiksa oleh KPK beberapa waktu yang lalu dan hingga kini masih bergulir.

Terkait aksi warga ini, Kejari Deliserdang Teguh Wardoyo belum bisa dihubungi. Nomor kontak yang sebelumnya diberikan kepada wartawan sudah tidak aktif lagi. (Wan/Sdy)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini