-->

Limbah SBE Dibuang Sembarangan di Kecamatan Patumbak, Deliserdang

Sebarkan:


MEDAN
| Dengan memanfaatkan jasa pihak ketiga sebagai transportir, sejumlah industri membung limbah yang diduga jenis Spent Bleaching Earth (SBE) secara sembarangan di sekitar Jalan Pertahanan, Dusun 1, Desa Patumbak II, Kecamatan Patumbak, Kabupaaten Deliserdang, Rabu (30/9/2020).


Keterangan dari lapangan, setiap hari sebanyak tiga hingga enam truk besar limbah tersebut dibuang ke lahan pergudangan eks industri pengolahan batu tersebut. 

"Infonya yang mobil truk itu diduga milik PT Hazmat dan baru ini kami tahu kalau yang diangkutnya limbah dari KIM," kata seorang warga sekitar, Hamzah.

Selama ini, warga mengira tanah berwarna hitam kekuningan yang diangkut truk itu adalah tanah timbun biasa dan tidak berhaya. Padahal aksi penimbunan tersebut sudah berlangsung lebih satu tahun. 

"Ini tidak boleh berlanjut dan pihak terkait harus bertindak agar lingkungan di daerah ini aman dari limbah kalau tidak kami akan bertindak," katanya.


Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 101 tahun 2014 tentang Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beacun, spent bleacinh earth atau SBE dikategorikan bahaya 2 dalam jenis limbah B3 yang bersumber dari proses industri oleochemical atau pengolahan minyak hewani atau nabati.

Walau berbahaya dan bisa mengancam kesehatan manusia, hewan serta tumbuhan, masyarakat masih menggunakan SBE untuk tanah timbun atau menguruk bangunan, terutama pada daerah rendah dan rawa- rawa.

Limbah SBE mudah diperoleh karena dijual bebas di masyarakat dengan harga sekitar Rp. 200.000- Rp.700.000 per truk kecil dan besar. Padahal seharusnya limbah tersebut harus dikirim ke perusahaan pengolahan limbah.

"Biasanya mobil truk yang keluar masuk pergudangan itu BK 8177 DC dan BK 8358 DC," ujar Hamzah.

Camat Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang Danang Purnama Yudda mengaku belum tahu kalau di wilayah kerjanya ada lokasi pembuangan limbah. "Saya belum tahu dan esok akan saya cek kesana," katanya saat dikonfirmasi melalui HP. (RE Maha/REM).





 
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini