-->

Dalam Peningkatan Hubungan dengan Masyarakat, Polres Tanjung Balai Luncurkan Program PRM

Sebarkan:
Kapolres Tanjung Balai AKBP Putu Yudha Prawira saat berbincang dengan masyarakat.
Oleh: Surya Eka Darma Sinambela

Dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat, Kepolisian RI (Polri) terus berbenah diri dan menciptakan program-program baru.

Salah satunya termasuk Polres Tanjung Balai yang saat ini dibawah komando seorang perwira yang tegas dan berwibawa berpangkat melati dua yaitu AKBP Putu Yudha Prawira, salah satu lulusan terbaik di Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2000.

Perwira muda yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat Reskrim Polrestabes Medan ini banyak mengukir prestasi yang gemilang dalam pengungkapan kasus besar.

Sebagai Kapolres Tanjung Balai saat ini, AKBP Putu Yudha meluncurkan program unggulan yakni PRM (Polisi Rindu Masyarakat.

Launching program unggulan yang dilaksanakan pada hari Selasa 15 Oktober 2019 lalu ini, untuk lebih mendekatkan hubungan Polri khususnya Polres Tanjung Balai dengan masyarakat.

Program PRM gagasan Kapolres AKBP Putu Yudha ini untuk menghilangkan stigma negatif yang mana selama ini masyarakat takut dengan Polisi.

Dengan adanya kegiatan Polisi Rindu Masyarakat (PRM) yang dibentuk ini juga bertujuan untuk meningkatkan pelayanan yang prima kepada masyarakat dengan melibatkan seluruh personil Polres Tanjung Balai sehingga hubungan kedekatan yang terjalin akan semakin erat.

"Didalam pelaksanaan program PRM tersebut, kita melibatkan seluruh Kapolsek, para Kasat dan seluruh personil Bhabinkamtibmas sejajaran Polres Tanjung Balai, agar dapat menyentuh ke seluruh lapisan, baik itu tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, sehingga terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif, aman dan tentram," ujar AKBP Putu Yudha.
Kapolres memaparkan, PRM ini mempunyai Visi menjadi personil Polri yang merasa rindu bertemu warga dengan maksud menjalin tali silaturahmi serta memperkenalkan diri sebagai Pelindung, Pengayom dan Pelayan Masyarakat.

Visi selanjutnya, menjadi personil Polri yang memiliki kesadaran nembangun kebersamaan bagi seluruh warga masyarakat untuk bekerjasama dalam mencegah dan menagkal gangguan kamtibmas di wilayah Tanjung Balai.

Sementara, 10 butir Misi PRM yaitu:

1. Menciptakan masyarakat anti narkoba.
2. Menciptakan masyarakat tertib berlalu lintas.
3. Menciptakan masyarakat bijak bermedia sosial.
4. Mewujudkan masyarakat yang memiliki toleransi antar umat beragama.
5. Menciptakan masyarakat anti paham radikalisme.
6. Menciptakan keamanan dan ketertiban.
7. Meningkatkan kemitraan dengan masyarakat.
8. Menciptakan harmonisasi di tengah masyarakat.
9. Mewujudkan pengawasan publik (Pulice Governance).
10. Mewujudkan keteraturan sosial di masyarakat.

Berbagai kegiatan yang dilakukan dalam Program PRM seperti, kegiatan Bhabinkamtibmas, Patroli Keamanan Sekolah, Polisi Goes to School, Polisi Sahabat Anak, PRM Komunitas Khusus dan PRM Masyarakat.

"Sampai bulan Agustus 2020, Program PRM sudah melaksanakan 2.204 kegiatan yang dimuat dalam website prmpolrestanjungbalai.com," ujar Kapolres.
Menurut penilaian dari berbagai masyarakat, dengan turunnya langsung Kapolres Tanjung Balai beserta personilnya di tengah-tengah masyarakat, hal itu sesuai dan tepat dengan tupoksi Polri sebagai penegak hukum, mengayomi dan memberikan perlindungan serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Salah seorang Tokoh Pemuda Zainuddin menilai setiap kegiatan kunjungan silaturahmi Kapolres Tanjung Balai beserta personil, sangat direspon masyarakat.

"Ada tamu yang datang berkunjung ke rumah kita untuk menjalin persaudaraan, tentunya kita merasa bangga. Seperti itulah yang dilakukan Kapolres Putu Yudha sampai saat ini, dari mulai Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat,dan Tokoh Pemuda yang dia kunjungi guna untuk mendekatkan diri dan mempererat tali silaturahmi," imbuhnya.

Terkait banyaknya warga Tanjung Balai yang terjerumus kedalam kasus narkoba dan berbagai tindak kejahatan lainnya, Zainuddin berharap Polres Tanjung Balai dapat memberikan penyuluhan ataupun sosialisasi tentang bahaya narkoba.

Akibat dari kecanduan narkoba tersebut bisa menimbulkan kejahatan, seperti mencuri, menjambret dan merampok. Kejahatan bisa terjadi karena adanya kesempatan dan peluang bagi pelaku kejahatan untuk berbuat.

"Untuk itu jangan kita bagi mereka peluang, kita persempit ruang gerak mereka. Pihak kepolisian tentunya tidak akan mungkin 24 jam berada di tengah-tengah masyarakat, tetapi kalau difungsikan kembali peran Forum Komunikasi Polisi Masyarakat dari mulai tingkat lingkungan, kelurahan hingga kecamatan, saya rasa situasi Kamtibmas akan semakin terjamin," pungkas Zainuddin.

TULISAN INI UNTUK MENGIKUTI LOMBA KARYA TULIS POLRES TANJUNG BALAI
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini