Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Warga Resah, 17 Warga Asal Sumut Masuk Aceh Timur Tanpa Pemeriksaan Kesehatan

Tim Redaksi: Kamis, 25 Juni 2020 | 13:21 WIB

Ilustrasi Buruh Bangunan
ACEH TIMUR | Warga Desa/Gampong Pante Rambong Kecamatan Pante Bidari Kabupaten Aceh Timur, sejak dua hari ini resah, soalnya ada 17 pekerja buruh bangunan asal Medan Sumatera Utara masuk ke desa mereka, Kamis (25/6/2020).

Menurut informasi yang beredar dari warga, mereka (pekerja, red) sengaja didatangkan oleh salah satu perusahaan rekanan pembangunan proyek rumah bantuan Layak Huni (rumah dhuafa) tahun 2020.

Sejak kedatangan para pekerja sumut, warga sangat resah dan tidak nyaman, karena di tengah serangan dan ancaman Virus Corona atau Covid-19, apalagi Medan, Sumatera Utara berstatus zona merah, ditambah lagi dengan terjadinya peningkatan 50 orang di Aceh dalam beberapa hari terakhir positif terpapar Covid-19.

Darmansyah, salah satu warga Desa Pante Rambong saat dihubungi wartawan membenarkan kedatangan pekerja buruh asal Medan dua hari yang lalu, tepatnya pada Senin (22/6/2020).

Bahkan sepengetahuan warga mereka tidak dilakukan pemeriksaan kesehatan seperti Rapid Test apalagi karantina sesuai protokoler kesehatan.

"Kami masyarakat sudah resah sejak kedatangan pekerja bangunan rumah dhuafa, apalagi mereka diduga tidak ada pemeriksaan kesehatan, bahkan malam hari mereka bebas berkeliaran berbelanja di warung kopi dan kelontong untuk kebutuhan mereka," ujar Darmansyah.

Warga khawatir terhadap keberadaan mereka, takut desa akan terpapar Virus Corona. Menurutnya, saat ini para pekerja itu berjumlah 17 orang dan ada informasinya besok akan kedatangan lagi belasan orang lainnya juga berasal dari Sumut dan akan bergabung bersama mereka yang datang duluan.

"Kami sangat menyesalkan terhadap sikap Keuchik/Kepala Desa yang mengizinkan mereka tinggal dan bekerja di sini, padahal saat ini masyarakat ketakutan ditengah serangan wabah pandemi Corona," imbuh Darmansyah lagi.

Ia menambahkan, keberadaan Posko Tim Relawan Gugus Covid-19 Gampong sudah lama dibongkar, sehingga tidak lagi pantauan terhadap tamu yang keluar masuk, ini bisa menjadi bencana di desa mereka.

"Kami masyarakat minta tanggung jawab kontraktor proyek rumah dhuafa yang memasok tenaga kerja asal Medan serta Keuchik yang diduga kuat turut memberikan izin bekerja dan tinggal di desa kami," tandas Darmansyah.

Sementara, Geuchik Pante Rambong Ramuli Yasin saat dihubungi wartawan melalui selularnya untuk meminta konfirmasi, namun nomor selularnya tidak aktif meskipun sudah mencoba menghubungi beberapa kali termasuk melalui aplikasi whatsApp.

Sementara, Kepala Puskesmas Pante Bidari Hamdani mengatakan, untuk menangani hal tersebut merupakan tugas dan tangung jawab Tim Gugus Covid-19 Gampong.

"Untuk memantau keberadaan mereka, karena setiap Gampong ada Posco Covid-19, juga punya anggaran," kata Hamdani.

Dari konfirmasi dengan pihak rekanan Hamdan, selaku pemasok dan mempekerjakan mereka dari Sumut untuk pekerjaan bangunan rumah dhuafa.

"Saya sudah melaporkan kepada pihak berwajib sebelum saya mendatangkan mereka, apalagi mereka sehat-sehat," ujarnya.

"Terkait surat keterangan pemeriksaan kesehatan tidak kami lakukan, karena sudah di tes daerah asal mereka di samping sudah melaporkan ke pihak berwajib juga mereka terlihat sehat-sehat saja tidak ada yang sakit," jelasnya. (Alman)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html