Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

TNI AL Amankan 124 TKI Ilegal di Labura

Tim Redaksi: Kamis, 14 Mei 2020 | 15:48 WIB


BELAWAN - Pangkalan TNI AL (Lanal) TanjungBalai Asahan Lantamal I, Koarmada I kembali mengamankan 124 tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal di Pantai Bersaudara, Desa Sumandulang, Kecamatan Kuala Ledong, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, Rabu (13/5/20) malam.

Komandan Lanal Tanjungbalai Asahan, Letkol Laut (P) Dafris Datuk Syahrudin mengatakan, Tim Fleet One Quick Response (F1QR) dari Pangkalan TNI AL Tanjungbalai Asahan dengan menggunakan Patkamla TBA I-I-61 dan  Patkamla Pulau Jemur melaksanakan patroli di saat kondisi angin kencang disertai gelombang 1,5 - 3 meter.

Selama patroli berlangsung, petugas di lapangan mendapat informasi dari nelayan, bahwa ada sekelompok orang di Pantai Bersaudara. Lantas, petugas di lapangan melakukan pengejaran. Akhirnya, para TKI ilegal ditemukan setelah mendarat di dermaga liar, sedangkan kapal yang mereka tumpangi telah kabur.

"Setelah melakukan pemeriksaan awal, mereka kita serahkan ke protokol penanganan Covid-19 oleh Tim Kesehatan Lanal TBA untuk dilakukan pemeriksaan suhu tubuh, penyemprotan disinfektan serta pemeriksaan barang bawaan," kata Dafris.

Sementara, Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut I,  Laksma TNI Abdul Rasyid menegaskan, dalam mengamankan TKI ilegal yang akhir-akhir ini marak terjadi di Tanjungbalai, akan tetap diberlakukan prosedur penanganan dengan menerapkan protap yang telah ditetapkan pemerintah untuk memutus rantai penularan Covid-19" tegasnya.


"Lanal Tanjungbalai Asahan pada masa Pandemi Covid-19, telah mengamankan lebih dari 700-an TKI ilegal, tepatnya 713 Orang dari 15 kasus pengamanan TKI Ilegal, termasuk kemarin yang diamankan oleh KRI Siwar-646 dan ditangani lanjutan oleh Lanal TBA. Patroli laut ini diharapkan bisa mengamankan para TKI ilegal untuk tidak masuk langsung tanpa melewati prosedur tetap apalagi selama masa Pandemi Covid-19 ini," pungkas Danlantamal. (Mu-1). 

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html