Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Keluarga Minta Netizen Stop Unggah Photo dan Vidio Korban Amuk Massa di Medsos

Tim Redaksi: Selasa, 12 Mei 2020 | 09:10 WIB

ACEH UTARA | Keluarga Almarhum Muhammad Basri (37) korban amuk massa di kawasan Serpong Tangerang Selatan, Jum'at (8/5) lalu, mengharapkan kepada para netizen untuk tidak lagi mengunggah (apload) photo atau vidio korban di medsos. Hal tersebut disampaikan Akmal Daud mewakili keluarga korban yang juga sebagai ketua PSM Aceh. Senin (11/05/2020) kepada sejumlah awak media.

"Harapan saya mewakili keluarga kepada para netizen "stop" unggah photo atau vidio almarhum Muhammad Basri ke media sosial. Karena bisa membuat keluarga korban trauma dan sedih, apalagi korban memiliki istri dan bocah munggil yang berusia 7 tahun,bayangkan bagaimana perasaan mereka ketika melihat photo atau vidio almarhum ayahnya yang berdarah darah dan terlihat sadis akibat dikeroyok massa tanpa diketahui apa kesalahan nya." ujar Akmal Daud salah satu Pekerja Sosial terbaik Aceh.

"Ya Allah berikan kesabaran dan ketabahan hati anak, istri dan keluarga almarhum, tempatkanlah jasad almarhum Muhammad Basri yang layak disisimu Ya Allah," tutur Akmal Daud seraya meminta penegak hukum agar mengusut tuntas kasus ini.

"Kasus ini sudah ditangani aparat Kepolisian Serpong Tangerang Selatan, dan dalang utama selaku provokator dalam kasus ini kami dengar sudah ditangkap. Saya meminta dukungan semua pihak, terutama Kapolda Aceh dan Kepolisian Serpong untuk menindak pelaku sesuai dengan UU yang berlaku," harap Akmal.

Perlu diketahui, bahwa jenazah almarhum Muhammad Basri tiba dirumah duka tepatnya di Desa Teupin Gajah Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, sekira pukul 00,40 WIB, Minggu (11/5) malam, hal ini jauh berbeda dengan perkiraan sebelumnya, diprediksi tiba senin pagi.

Tidak berselang lama, jenazah shalatkankan dan kemudian langsung disemanyamkan
di pemakaman keluarga tepatnya di belakang rumah orang tua almarhum, pukul 01,30 WIB. Karena korban meninggal sudah tiga hari, dan tidak mungkin ditunggu pagi harinya. Tampak ratusan warga pelayat larut dalam kesedihan, Isak tagis tak terbendung menggingat korban sudah lama hidup diperantauan jauh dari keluarga.

Kepala Desa (Keuchik gampong) Teupin Gajah Muhammad Yusuf tampak terharu dan mengucapkan."Terima kasih kepada relawan PAS yang telah membantu pemulangan jenazah Muhammad Basri hingga ke rumah duka. Ya Allah berikan perlindungan dan keselamatan bagi semua relawan PAS yang akan kembali kerumah masing masing," ucap Muhammad Yusuf sambil berharap para nitizen tidak lagi mengunggah vidio almarhum di media sosial sama halnya apa yang telah disampaikan Akmal Daud.

Rombongan relawan Persatuan Aceh Serantau (PAS) bersama petugas Patwal yang mengantar jenazah korban di sambut haru dan penuh dukacita oleh seribuan masyarakat yang berasal dari berbagai Desa wilayah kecamatan setempat, meski diguyur hujan deras masyarakat dari berbagai daerah hadir melayat kerumah duka, seperti dari Aceh Timur, Aceh Utara dan Lhokseumawe.

Informasi yang diperoleh media ini Dalam proses penjemputan jenazah Muhammad Basri ke perbatasan Langkat Tamiang perbatasan Sumut, Minggu (10/5). Dari pukul 10,30 WIB dalam perjalanan pulang bersama iring-iringan mobil relawan, terlihat solidaritas warga melambaikan tangan mulai dari Langsa, Pureulak, Idi dan sepanjang jalan hingga sampai ke Panton Labu banyak warga yang sudah menunggu mobil jenazah di Sp empat pinggir jalan arah rumah korban.

Diberitakan sebelumnya, almarhum Muhammad Basri merupakan korban amuk massa yang salah sasaran, karena diteriakin maling sepmor disebuah swalayan kawasan Serpong Tanggerang Selatan Banten.

Sementara itu Ikhsanuddin wakil Ketua PAS Aceh selaku koordinator relawan dalam penjemput jenazah di perbatasan Aceh-Sumut mengatakan pihaknya di perintahkan oleh H Akhyar Kamil ketua PAS Jakarta untuk membawa pulang jenazah korban kerumah duka di Teupin Gajah Tanah Jambo Aye Aceh Utara.

Jenazah diantar melalui jalur darat mengingat saat ini bandara sedang tidak dibuka, akibat pandemik Covid-19. Oleh karena itu PAS membawa pulang melalui jalur darat dan dikawal oleh mobil PJR dari Polda Aceh di dampingi relawan PAS dari Tanggerang hingga kerumah duka."Jenazah kita sambut di sini, kemudian akan kita antarkan dan dikawal mobil PJR dari Polda Aceh hingga kerumah duka" ujar Ikhsan di perbatasan Langkat Tamiang di depan awak media. (Alman)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html