Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Pemkab Deliserdang Akan Bantu Sembako Warga Terdampak Virus Corona

Tim Redaksi: Selasa, 07 April 2020 | 18:39 WIB

DELISERDANG - Setelah muncul berbagai desakan masyarakat Kabupaten Deliserdang, Bupati Ashari Tambunan beserta jajarannya menggelar pertemuan dan sepakat memberikan kompensasi kepada warga Deliserdang yang kurang mampu dan terdampak Virus Corona (Covid-19).

Dalam keputusannya, Bupati menyimpulkan besaran anggaran yang dikucurkan untuk bantuan kompensasi sebesar 48 Milyar yang terdiri dari 24 Milyar dari APBD Deliserdang dan sisanya dari ADD Desa.

Adapun besaran kompensasi yang diberikan kepada masyarakat kurang mampu terdampak Covid-19 sebesar Rp.300 ribu rupiah per kepala Keluarga berupa sembako dan realisasi dari April, Mei dan Juni 2020 .

Terkait hal ini, Kadis Kominfo Kabupaten Deliserdang Aris Binar Ginting saat dikonfirmasi, Selasa (7/4/2020) membenarkannya.

"Realisasi selama tiga bulan. Dimulai April hingga Juni. Awalnya memang sebesar Rp.500 ribu, namun disesuaikan lagi dengan jumlah masyarakat yang akan dibagi dan diputuskan Rp.300 ribu per kepala Keluarga berupa sembako seperti beras, gula, minyak makan dan telur. Untuk penyaluran tentunya kami bekerjasama dengan pemerintah Desa, karena mereka yang tahu warga yang pantas menerima kompensasi ini," ungkapnya.

Ditambahkan Aris, Pemerintah Kabupaten Deliserdang tentunya akan memikirkan langkah-langkah agar terus membantu masyarakat yang terdampak Covid-19.

"Masyarakat tentunya diharapkan juga membantu pemerintah dalam mencegah penyebaran Virus Corona ini agar segera mereda," ujarnya.

Dampak wabah Virus Corona (Covid-19) ini sangat dirasakan oleh warga, khususnya Kabupaten Deliserdang terutama yang memiliki penghasilan tidak tetap (informal).

Sosialisasi Pemerintah kepada warga untuk menjaga jarak dan mengisolasi diri dirumah berdampak pada kebutuhan makan sehari-hari, hingga warga masih banyak tak memperdulikan himbauan Pemerintah dalam mencegah penyebaran Virus Corona ini.

Warga terlihat tetap memadati pusat pasar ( pajak tradisional), warung dan pasar pasar kaget.(Wan)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html