Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Pasien Kecewa Alat Tensi Puskesmas Hanopan Tapanuli Selatan Rusak

Tim Redaksi: Senin, 20 April 2020 | 16:55 WIB

TAPANULI SELATAN | Pasien Puskesmas Hanopan Kecamatan Arse Kabupaten Tapanuli Selatan Kecewa, pasalnya alat pengukur tensi Puskesmas tersebut diduga rusak, sehingga pasien hanya diberi obat saja tanpa diukur berapa jumlah tekanan darah si pasien tersebut.

Sebelumnya kejadian rusaknya alat tensi tersebut, berawal pada Senin, (13/04/2020). Saat itu, S.Gultom warga Lumban Lobu Kelurahan Arse ini menemani istrinya M. Siregar datang berobat ke Puskesmas Hanopan, pada pukul 12.00 Wib. Pada saat itu piket di Puskesmas tersebut tampak sepi karena waktu jam istirahat, salah satu perawat menyuruh agar mereka datang jam 14.oo Wib. Jelas Gultom saat menceritakan keluhannya kepada metro-online.co, Senin (20/04/2020).

Tidak lama kemudian, M.Siregar istri S. Gultom pergi ke Puskesmas untuk memeriksakan diri sekalian berobat, M. Siregar memiliki riwayat sakit gejala struk, karena Peserta JKN-KIS Ia pun berobat ke puskesmas Hanopan, Ia merasa tekanan darahnya naik sehingga perlu memeriksakan diri ke Puskesmas sebagai salahsatu fasilitas kesahatan rujukan BPJS kesehatan.

Setibanya di Puskesmas Ia pun ingin mengontrol tekanan darah, cek kesehatan dan sekalian mengambil obat, ironisnya M. Siregar bukannya dilakukan pemeriksaan atau cek kesehatan begitu juga dengan cek tekanan darah oleh sejumlah perawat yang sedang jaga, tetapi hanya diberikan obat saja tanpa ada pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu.

Kepada sejumlah perawat yang sedang piket, M. Siregar meminta terlebih dulu agar dirinya diperiksa, salahsatunya memeriksa tekanan darahnya (tensi), tetapi ironisnya lagi sejumlah perawat tersebut mengatakan, bahwa alat tensi mereka sedang rusak, jadi hanya dikasi obat saja.

"Saya heran masa istri saya dikasih obat tanpa dilakukan pengecekan kesehatan terlebih dahulu, lagi pula masa Puskesmas punya alat tensi darah cuma satu, itupun kata mereka rusak, kan aneh? " ungkap S. Gultom mengahiri ceritanya.

Terkait hal ini fungsi Puskesmas adalah merupakan sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat di salahsatu wilayah, kemudian puskesmas juga bertugas membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka kemampuan untuk hidup sehat.

Selain itu Puskesmas juga berperan sebagai pusat kesehatan masyarakat dan harus memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh kepada masyarakat di wilayah kerjanya.

Untuk menjawab masalah tersebut metro-online.co langsung menemui pihak Puskesmas Hanopan, kepada metro-online.co Golda Hutabarat kepala bagian administrasi yang didampingi, Nirma Julinda Nasution petugas administrasi menengatakan, kalau alat tensi Puskesmas tidak ada yang rusak.

"Kalau menurut kami alat tensi itu bukan rusak, mungkin alat tensinya itu pas lagi dicarger, maklumlah alat tensinya yang digital jadi harus dicarger karena pake baterey itu, karena kami kerja shift itu mungkin waktu yang jaga shift pagi, kami waktu itu shift sore, " jelas Nirma diruang administrasi puskesmas Hanopan, Senin, (20/04/2020).

Ia juga mengatakan kalau Puskesmas Hanopan memiliki 6 alat tensi, yang dimana alat tensi tersut 2 untuk dokter dan 4 lagi berada di ruang penyimpanan alat - alat kesehatan.

"Kami punya alat tensi disini ada 7 jadi tidak mungkin rusak, 2 ada sama dokter dan 5 lagi ada di Puskesmas, tetapi cuman satu yang boleh dipergunakan karena kami takut alat tensi itu rusak, karena kami sudah pengalaman pak, alat tensi puskesmas sering rusak disini pak" akui Nirmala.

Dari pengakuan Nirmala, bahwa alat tensi puskesmas ada 7, tetapi yang diperbolehkan dipakai cuma satu yang 2 sama dokter dan yang 4 lagi disimpan.

Dipergunakannya hanya satu saja alat tensi di Puskesmas Hanopan ini, Ia katakan itu adalah peraturan intern Puskesmas agar tidak mengalami kerusakan dan jikapun alat tensi lainnya bila dipergunakan, harus ada izinnya pengambilannya dulu.

"Itukan alat, inventaris Puskesmas tidak mungkinlah dikeluarkan semuanya, satu - satulah, kalaulah seandainya tiba - tiba rusak, tidak mungkinlah kita ambil alat tensi tersebut, sementara petugas yang menyimpannya sedang tidak ada di tempat" ungkap Nirmala.

Ia juga mengatakan, jika alat tensi di Puskesmas itu ada yang rusak, pihaknya secara pribadi - pribadi akan mengganti atau membelinya dengan memakai uang pribadi sendiri.

Kemudian terkait kekecewaan pasien tersebut, pihaknya menyampaikan permintaan maaf dan mengusahakan agar masalah tersebut untuk tidak terulang kembali, pihaknya akan mengeluarkan tensi tersebut untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

"kami atas nama Puskesmaa Hanopan meminta maaf jika hal ini membuat kekecewaan terhadap pasien, sebagai manusia tidak ada yang sempurna, tetapi kedepannya ini akan kami perbaiki, kami juga akan mengeluarkan alat tensi tersebut untuk bisa dipergunakan" pungkasnya.(syahrul)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html