Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Orang Tua di Tebingtinggi Dihimbau Larang Anaknya Lakukan Asmara Subuh

Tim Redaksi: Jumat, 24 April 2020 | 15:57 WIB

TEBINGTINGGI - Memasuki hari pertama Bulan Suci Ramadhan 1441 H, ditemukan sejumlah anak remaja yang masih berkumpul-kumpul usai sholat subuh atau 'Asmara Subuh'.

Padahal saat ini Negara Indonesia, khususnya Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara, tengah dihadapi pandemi wabah Virus Corona (Covid-19) yang tentunya dilarang untuk berkumpul-kumpul, apalagi membuat keramaian yang berpotensi menyebarkan Virus Covid-19.

Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Tebingtinggi, dr Nanang Fitra Aulia, Jumat (24/4/2020) berharap para orangtua melarang anak-anaknya berkeliaran keluar rumah usai melaksanakan sahur dan sholat subuh.

"Di hari pertama Ramadhan masih didapati anak-anak remaja yang berasmara subuh dan berkumpul-kumpul yang bisa berpotensi dalam penyebaran Covid-19," ujar dr Nanang dalam keterangannya.

Ia sangat berharap para orangtua mengawasi dan mengingatkan anak-anaknya agar jangan berkeliaran setelah sahur.

"Habis sahur dan Sholat Subuh, lebih baik dirumah saja," tegasnya.

Dr Nanang juga meminta kepada seluruh masyarakat khususnya para pedagang agar menggunakan masker dalam melayani pembeli.

"Begitu juga dengan para pembeli yang datang ke tempat jualan agar menggunakan masker," ungkap Kadis Kesehatan Kota Tebingtinggi ini.

Dalam penanganan penyebaran wabah Covid-19 ini, lanjut Nanang, pedagang dihimbau agar memberikan sistem layanan dengan take way (bayar langsung pergi).

"Apabila para pembeli malas, maka bisa menggunakan jasa ojek online," ucapnya.

Nanang kembali meminta kepada masyarakat Kota Tebingtinggi agar selalu mematuhi protokoler kesehatan Covid-19.

"Selalu memakai masker, rajin mencuci tangan, selalu menjaga kesehatan dan penuhi kebutuhan gizi serta stay at home," pungkasnya.

Perlu diketahui, hingga Jumat (24/4/2020), di Kota Tebingtinggi tercatat jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 604 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 3 orang, 1 orang positif Covid-19 dan 618 orang selesai masa pemantauan 14 hari. (Sdy)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html