Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Gugus Covid-19 Taput Sikapi Terkait Warga Sipoholon Dirujuk ke RS Pirngadi Medan, Begini Penjelasannya..

Tim Redaksi: Jumat, 17 April 2020 | 19:54 WIB

TAPUT - Indra Simaremare selaku Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Tapanuli Utara (Taput) menyikapi berita yang simpang siur di tengah-tengah masyarakat dan media massa.

Dalam keterangannya, Jumat (17/4/2020) Indra Simaremare menceritakan kronologi pasien berinisial TS (60), warga Kecamatan Sipoholon awalnya pada Rabu 8 April 2020 berobat ke Puskesmas Situmeang Habinsaran.

Kemudian pada Jumat 10 April 2020, TS datang berobat ke RSUD Tarutung melalui IGD dengan keluhan utama nyeri perut kanan atas.

Lalu, pada Senin 13 April 2020, ia menjalani foto thorax dengan hasil bronchitis dd pneumonia.

Sesuai dengan hasil foto tersebut, maka petugas media melakukan Rapid Test sampai dengan 3 kali, dengan hasil 2 kali positif dan 1 kali negatif Covid-19.

Kemudian, pada Rabu 15 April 2020 dini hari, TS dirujuk ke RS Pringadi Medan dan sampai sekarang masih dalam perawatan.

"Mengingat TS pada Rabu 8 April 2020 berobat ke Puskesmas Situmeang Habinsaran, maka kita melakukan tracing di puskesmas dan orang-orang yang pernah berinteraksi dengan TS dan ditemukan 1 orang petugas Puskesmas Situmeang Habinsaran dengan hasil Rapid Test positif," ujar Indra.

Lalu, untuk warga yang berinteraksi erat dengan TS, ada sebanyak 20 orang turut dilakukan Rapid Test dan hasilnya negatif.

Jumlah orang yang ditracing dengan Rapid Test di Puskesmas Situmeang sebanyak 15 orang, warga 20 orang, petugas RSU sebanyak 70 orang. Jumlah yang diisolasi di RSUD sebanyak 2 orang, sedangkan petugas Puskesmas Situmeang Habinsaran yang diisolasi mandiri sebanyak 34 orang, masyarakat/warga sebanyak 20 orang dan petugas RSUD sebanyak 70 orang.

Perlu diketahui bersama bahwa hasil reaktif dengan Rapid Test belum tentu disebabkan oleh covid-19, ada kemungkinan dia terpapar penyakit akibat virus lain yang menaikkan antibody IgG dan IgM, seperti HIV/Aids, Demam Berdarah ataupun SARS (flu burung) dan lainnya.

"Makanya sample dan pasien kita kirim ke Medan untuk dilakukan pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk memastikan apakah virus itu Covid-19. Kita berharap sample yang kita kirim ke Medan itu semoga hasilnya negatif dan kita doakan agar pasien dapat sehat kembali," terangnya.

Dihimbau kepada masyarakat agar tidak perlu panik dan resah namun tetap waspada. Jangan menghakimi dan mengucilkan orang yang terpapar virus, karena yang perlu kita jauhi adalah virusnya dengan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga jarak, jangan berkerumun, dan tetap menggunakan masker.

"Secara khusus kepada keluarga, kami minta agar tetap tenang menyikapinya," ujarnya mengakhiri. (Alfredo)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html