Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Tega! Ada Orangtua Buang Bayi di Taput

Tim Redaksi: Jumat, 06 Maret 2020 | 13:30 WIB

TAPUT | Hidup Ini memang pahit, setiap orang terkadang pernah juga merasakan dan berkata " Hidup ini memang pahit " Maklum, kalimat ini terucap , karena ada sesuatu yang di rasakan dan dialami oleh seseorang yang tidak sesuai dengan kenyataan dan juga impian.

Kalimat inilah yang mungkin di rasakan oleh seseorang yang identitasnya masih dalam penyelidikan Polres Taput, atas adanya penemuan seorang bayi laki- laki yang diletakkan di samping rumah Marsaulina Nababan (52) warga Sitiotio Simpang Hutabagasan Desa Paniaran Kecamatan Siborongborong.

Kapolres Taput melalui Kasubbag Humas Aiptu Walpon Baringbing , membenarkan peristiwa tersebut.

W. Baringbing menjelaskan kepada sejumlah wartawan, bahwa bayi jenis kelamin laki- laki tersebut diletakkan di samping rumah sebelah kanan MN.

MN nengetahui kalau ada seorang bayi di letakkan di samping rumah nya, saat ianya keluar dari rumah hendak membuang sampah ke belakang.

Saat pemilik rumah jalan kebelakang rumah nya, ianya terkejut melihat ada seorang bayi yang terletak di samping rumah nya.

Bayi tersebut bergerak-gerak sambil menangis dan dibungkus dengan kain gendongan dengan rapi.

Melihat hal tersebut, pemilik rumah terkejut dan memberitahukuan ke tetangga yang. Setelah warga berdatangan, lalu memberitahukuan ke Polsek Siborongborong.

Tidak berapa lama, anggota sat reskrim Polsek Siborongborong yang di pimpin Iptu H. Hutagalung tiba di tempat kejadian.

Di TKP, polisi menenemukan bayi tersebut dengan keadaan sehat dan berjenis kelamin laki-laki. Untuk menyelamatkan bayi tersebut polisi segera membawa ke Puskesmas paniaran untuk perawatan.

Di TKP, polisi juga menemukan surat yang di tulis di selember kertas yang berisikan,

" Bapak/ibu yang menemukan bayi ini, saya minta tolong, tolong rawat bayi saya. Saya tidak bisa mengasuh nya, karena saya hidup sebatang kara. Saya hanyalah seorang korban perkosaan orang jahat yang tak mau bertanggung jawab atas perlakuan nya dan juga saya tidak kenal sama dia. Saya tidak mampu mengasuh bayi ini, karena saya tidak kerja apa-apa. Selain meminta-minta, saya juga ga punya tempat tinggal. Saya mau masukkan bayi ini ke panti asuhan tapi tidak di terima karena saya tidak punya data diri. Saya tidak punya KTP, tak punya kartu keluarga juga. Sekali lagi tolong asuh anak saya ini karena saya benar-banar tidak mampu. Saya sayang sama bayi ini, saya tidak mau membuat dia hidup menderita dengan saya. Sekarang dia lagi sakit lihat kepalanya. Bayi ini lahir tanggal 27/12/2019, Nama nya Maildan Azka
Agamanya Islam," ucap Baringbing membacakan isi surat tersebut, Jumat (6/3/2020).

Saat ini, bayi tersebut masih di rawat di Puskesmas paniaran, serta kita sudah berkordinasi dengan Dinas Sosial Pemkab Taput, untuk perawatan bayi tersebut kedepan.

Sedangkan orang tua anak tersebut, masih penyelidikan kita.

Dari isi tulisan ini, ada dugaan, memang orangtuanya tidak sanggup untuk mengurus anak nya, karena mungkin faktor kesulitan ekonomi, sehingga timbul kalimat yang berkata," Hidup ini memang pahit. (Alfredo)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html