Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Antisipasi Masuknya Virus Pneumonia, KKP Bandara Kualanamu Pasang Alat Pengukur Suhu Tubuh

Tim Redaksi: Senin, 20 Januari 2020 | 12:50 WIB



Deliserdang : Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Internasional kualanamu Deliserdang intensifkan pencegahan masuknya wabah virus baru jenis Pneumonia di terminal kedatangan penumpang pesawat di Bandara International Kualanamu Deliserdang dengan menggunakan alat termal scan pengukur suhu panas tubuh.

Kepala Kantor KKP Kualanamu Dr Sofyan Hendri yang dikonfirmasi  Senin (20/1/20) menyebutkan pihaknya sudah melakukan antisipasi sejak dini. "Memang surat edaran dari KKP Pusat untuk melakukan tindakan pencegahan sudah masuk sejak 5 Januari 2020," terangnya.

Dengan surat edaran tersebut, lanjutnya, pihaknya sudah mengintensifkan tiga unit alat pengukur suhu tubuh (thermoscener) diarea kedatangan international dan satu unit di area keberangkatan.

"Tujuannya adalah untuk antisipasi masuknya virus tersebut yang bisa saja dibawa  oleh penumpang dari luar negeri," ujarnya.

Menurut  Sofyan, untuk penyebaran virus ini pihaknya tidak begitu khawatir. Sebab penerbangan langsung ke titik utama penyebaran virus itu yakni di kota Wuhan, China tidak ada dari Kualanamu. Pun demikian pihaknya tetap mewaspadai penularan virus tersebut sebab di infokan sudah ada ditemukan di beberpaa negara termasuk Thiland dan Jepang.

"Maka dengan alat yang kita pasang thermoscener bisa membaca setiap warga yang datang dari luar negeri, melalui  suhu tubuh," paparnya.

"Kalau suhu tubuhnya melebihi 38 derajat celaius langsung kita periksa medis, sebab tanda-tanda  yang terjangkit virus Pneumonia pertama suhu tubuhnya tinggi, batubatuk dan demam tinggi," ujarnya.
Disoal sejak dilakukan pencegahan, dikatakan belum ada ditemukan penderita virus Pneumonia tersebut di bandara Kualanamu.

Sementara virus Pneumonia ini ditemukan pertama kali tahun 2019 silam di kota Wuhan China. Gejalanya suhu tubu tinggi, demam tinggi, batuk batuk bahkan sependerita dapat berakibat meninggal dunia. Sedangkan virus ini sedang diselidiki penularannya apakah dari binatang atau manusia.( Wan).

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html