Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Ponakan Pembunuh Paman Diminta Segera Menyerahkan Diri

Tim Redaksi: Minggu, 01 Desember 2019 | 18:36 WIB

MEDAN-Ponakan yang menikam pamannya hingga tewas terua diburu tim Pegasus Polrestabes Medan. Kasat Reskrim Kompol Eko Hartanto meminta pelaku segera menyerahkan diri sebelum diambil tindakan tegas.

"Identitas pelaku sudah kita ketahui dan saat ini masih kita buru keberadaannya," kata Kompol Eko Hartanto kepada wartawan, Minggu (1/12/2019).

Tambah Kasat, tim saat ini sedang berada di lapangan mencari tempat persembunyian pelaku dan diharapkan pelaku menyerahkan diri sebelum diambil tindakan tegas terukur.
"Pelaku kita imbau menyerahkan diri sebelum diambil tindakan tegas," tegas Kompol Eko Hartanto.

Seperti diberikan, seorang paman tewas ditikam keponakannya di Jl. M Yakub Gang Tinik, Kel. Sei Kera Hilir II, Kec. Medan Perjuangan, Jumat (29/11/2019) malam. Akibat tikaman itu korban Ahmad Darabi, 46, tewas bersimbah darah.

Sedangkan pelaku setelah kejadian melarikan diri. Informasi diperoleh, kejadian berawal ketika korban yang merupakan warga Jl. Sekip Gang Saga ini berkunjung ke rumah keponakannya.

Namun, sesampainya disana, korban melihat terjadi pertengkaran keluarga, ia pun mencoba menengahi keributan tersebut.

"Pelaku merupakan keponakan kami bernama Firman, 38, ribut sama kakak kami Lina (mamak pelaku). Perkaranya kami pun tidak tahu apa yang diributinnya," kata kakak korban Ramah.

Lebih lanjut dijelaskan wanita yang menggunakan baju kemeja batik ini menuturkan, sesampainya di rumah ponakannya, korban bermaksud ingin menengahi agar tidak jadi perkara lanjut.

"Tiba-tiba, pelaku langsung menikam Ahmad sebanyak satu kali. Ahmad langsung meninggal di rumah ini," ungkapnya.

Usai menikam pamannya, pelaku dikabarkan melarikan diri.

Sementara itu Kapolsek Medan Timur Kompol M Arifin mengatakan, hingga saat ini kami (Polsek Medan Timur) dibantu Polrestabes Medan melakukan pencarian terhadap pelaku. Penyelidikan terus dilakukan hingga membentuk tim khusus.

"Kami sudah membentuk tim khusus untuk kasus ini," jelasnya. (ka)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html