Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Politisi PDIP Sumut dan Taput Kolaborasi Perjuangkan Pembangunan Tanggul di Tarutung

Tim Redaksi: Senin, 16 Desember 2019 | 21:23 WIB

Dewan dari Partai PDIP Sumut dan Taput siap memperjuangkan anggaran pembangunan Aek Hahidupan di Siwaluompu Tarutung Taput.
TAPUT | Menampung dan menanggapi keluhan warga tiga Desa di Siualuompu Tarutung Tapanuli Utara. Politisi PDIP Sumut dan Taput siap berjuang menggolkan anggaran pembangunan Tanggul Aek Hahidupan yang melintasi Desa Siraja Oloan, Hutauruk dan Simamora.

Hal itu diungkapkan Tuani Lumbantobing ( DPRDSU) saat memenuhi undangan anggota DPRD Fraksi PDIP Taput Andri Hamonangan Nababan dan Frido Erwin Sinaga meninjau gotong royong, Senin (16/12/2019).

" Kita datang kemari meninjau saluran irigasi yang dikeluhkan warga sering jebol ketika musim hujan, dan kita bangga mereka menginisiasi gotong royong guna membersihkan sumbatan sedimen sepanjang saluran," katanya.

Tuani menyebutkan selaku representasi rakyat di Dewan siap berjuang agar saluran ini dibangun.

" Tadi kata Kadesnya ada sepanjang 2 km masih parit butuh sentuhan, dan kalau dihitung anggarannya pasti besar, makanya kita lihat dulu apakah APBD Provinsi mampu dan kalau tidak kita coba perjuangkan dana APBN," kata mantan Bupati Tapteng dua periode tersebut.

Andri Nababan dalam kesempatan itu menyatakan kedatangan mereka atas keluhan warga setempat.

" Saluran ini merupakan kewenangan Provinsi, makanya kita mohon Pak Tuani ikut membantu," katanya.

Sekretaris Komisi C DPRD Taput tersebut mengatakan kedatangan mereka langsung selain meninjau gotong royong juga melihat dampak luasan lahan bila saluran itu meluap.

" PDIP partai wong cilik yang siap didepan memperjuangkan aspirasi masyarakat, apapun keluhan masyarakat kita siap mengawal di Dewan," tegasnya.

Kades Siraja Oloan Doslan Sihite mengapresiasi kehadiran ketiga Dewan dari Provinsi dan Taput.

" Kami bangga, punya keterwakilan di Dewan yang tanggap dan cepat menampung aspirasi rakyatnya," ungkapnya.

Doslan mengungkapkan, Saluran irigasi Aek Hahidupan sering jebol dan menghantam persawahan warga Desa Siraja Oloan, Hutauruk dan Simamora.

Dampaknya dirasakan petani mencapai 350 kepala keluarga dengan luasan lahan 200 hektar.

" Terima kasih kami ucapkan, kami titipkan pembangunan irigasi ini ke tangan Bapak," pintanya. (Alfredo)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html